Logo Header Antaranews Sumbar

Sebanyak 35 Warga Pesisir Selatan Terkena Rabies

Kamis, 10 September 2015 12:58 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 35 warga kabupaten itu terkena kasus rabies sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2015.

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni di Painan, Kamis, mengatakan, jumlah warga terserang virus rabies pada tahun 2015 terjadi penurunan dari 2014 yang berjumlah sebanyak 122 orang.

Menurutnya penyebaran rabies terhadap manusia di kabupaten itu mayoritas akibat gigitan anjing. Dari 35 kasus rabies tersebut semuanya terbukti akibat gigitan anjing liar.

Dari sebanyak empat warga yang diduga penderita kasus rabies yang diambil sebagai sampel dalam melakukan pengujian labor, sebanyak tiga orang diantaranya positif terkena rabies.

Ia mengatakan kasus rabies disebabkan oleh suatu virus yang mengakibatkan gangguan pada susunan saraf pusat (SSP). Di samping anjing, ada beberapa hewan lain yang bisa menyebabkan rabies yakni kera, kelelawar dan kucing.

Virus rabies terdapat dalam air liur hewan yang telah terinfeksi, selajutnya menular kepada hewan lainnya atau manusia melalui gigitan hewan tersebut.

Semua warga yang terkena kasus rabies berhasil disembuhkan setelah mendapat perawatan intensif oleh petugas kesehatan di rumah sakit kabupaten setempat.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Pesisir Selatan Veteriner Yusmal mengatakan, dalam mengantisipasi penyebaran kasus rabies akibat gigitan anjing di kabupaten itu, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat terus memberikan vaksinasi terhadap anjing peliharaan.

Selain itu pemkab juga melakukan eliminasi (peracunan) terhadap anjing liar. Pada tahun ini eliminasi akan dilakukan sebanyak 8 ribu ekor. Seperti biasa, kegiatan eliminasi dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten itu.

Sedangkan vaksinasi pada tahun ini akan dilakukan sebanyak 2.500 dosis terhadap anjing peliharaan dan masa vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun diseluruh wilayah kabupaten itu.

"Bagi anjing peliharaan, vaksinasi penting dilakukan agar terhindar dari penyakit rabies. Anjing liar merupakan penyebar rabies terbanyak di kabupaten itu, " katanya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026