Logo Header Antaranews Sumbar

KKP: Pemanfaatan Olahan Rumput Laut akan Bertambah

Rabu, 26 Agustus 2015 07:21 WIB
Image Print

Semarang, (Antara) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai pemanfaatan olahan rumput laut akan terus bertambah, sehingga pengembangan komoditas tersebut perlu didorong.

"Keunggulan rumput laut itu tidak akan ada habisnya, kita lihat ada lebih dari 35 jenis turunan yang bisa dibuat dari rumput laut, ke depan potensinya terus bertambah," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Selasa (25/8).

Menurut dia, saat ini ada beberapa contoh manfaat "seaweed" yang telah dikenal banyak negara, antara lain dimasukkan dalam kandungan obat, digunakan untuk bahan sintetis cat pesawat karena tahan terhadap cuaca.

Bahkan, sekarang olahan rumput laut juga dipakai sebagai bahan pengeras aspal, katanya.

Oleh karena itu, budi daya salah satu komoditas unggulan Indonesia ini, perlu terus dikembangkan.

"Pada 2014, kita produksi dengan jumlah yang tinggi dan sudah menjadi andalan dunia, yaitu 10 juta ton rumput laut basah dan sekitar satu juta ton rumput laut kering," tuturnya.

Terkait target produksi 2015, Slamet mengatakan jumlahnya diharapkan mencapai 10,7 juta ton.

Namun, walaupun peminat dan produksinya banyak, hingga kini Indonesia masih mengimpor rumput laut mentah, yang mana pendapatan para pembudidaya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan mengekspor turunannya.

"Ini memang masih perlu didukung, tapi ke depannya kita akan ekspor itu (rumput laut) dalam bentuk olahan, bukan bahan mentah sehingga kemudian ada nilai tambah yang dihasilkan," katanya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026