
Menteri: Riset Kelautan Selaras Poros Maritim Dunia
Selasa, 11 Agustus 2015 13:05 WIB

Jakarta, (Antara) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan riset bidang kelautan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan selaras dengan konsep Poros Maritim Dunia.
"Saya harapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan meningkatkan peran nyata dan para peneliti dan perekayasanya dapat menyebarkan karyanya untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," katanya di Jakarta, Selasa.
Menteri Susi mengemukakan hal tersebut dalam perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus, berdasarkan sejarah penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatot Kaca yang dilakukan di Bandung.
Ia mengungkapkan, selama kurang lebih satu tahun ke belakang, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP telah banyak
menghasilkan berbagai produk inovasi di bidang kelautan dan perikanan yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.
Adapun produk-produk inovasi teknologi Balitbang KP 2015 yang diluncurkan antara lain "E-Log Book","E-Observer (E-Borang)", Sistem Informasi Nelayan Pintar, dan Sistem Informasi Garam Rakyat (SiTEGAR).
"E-Log Book" merupakan aplikasi pengganti formulir log book konvensional sehingga penggunaannya lebih mudah, cepat dan akurat. Sedangkan "E-Observer (E-Borang)" merupakan aplikasi yang digunakan observer perikanan untuk mengisi data penangkapan ikan secara elektronik sehingga memudahkan perolehan data penangkapan ikan secara cepat dan akurat.
"KKP juga telah berhasil merancang sebuah sistem yang dapat membantu nelayan dan petambak garam dalam melakukan usahanya, yakni berupa Sistem Informasi Nelayan Pintar dan SiTEGAR. Sistem Informasi Nelayan Pintar, merupakan aplikasi berbasis android dengan mengintegrasikan informasi harga ikan, PPDPI, cuaca dan dinamika laut," katanya.
Sedangkan SiTEGAR merupakan sistem berbasis laman internet yang menyajikan informasi produksi garam rakyat yang mampu menampung data garam seluruh Indonesia dan memberikan laporan serta rekapitulasi data kelompok Pugar (Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat) di seluruh Indonesia.
Indonesia dinilai layak menjadi Poros Maritim Dunia seperti yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo karena memiliki keunggulan baik dari geografis maupun demografis yang dimiliki Indonesia.
"Dari sisi geografis dan demografis Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudera, maka Indonesia layak menjadi poros maritim dunia yang sangat berperan dalam perkembangan ekonomi dan industri dunia," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Achmad Poernomo.
Apalagi, ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang mempunyai potensi ekonomi mencapai 800 miliar dolar AS per tahun.
Selain itu, lanjutnya, potensi ekonomi sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air diperkirakan juga dapat menyediakan kesempatan kerja sekitar 40 juta orang.
Sedangkan sesuai konvensi UNCLOS (Konvensi Hukum Laut PBB), ujar dia, luas lautan Indonesia mencapai 5,8 juta kilometer persegi, jauh lebih luas dibanding daratan yang hanya mencapai sekitar 1,9 juta kilometer persegi. Namun demikian, ujar Achmad, potensi yang luar biasa itu belum tergali sepenuhnya. (*)
Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
