Logo Header Antaranews Sumbar

Sigma: Menteri Bidang Perekonomian-Polhukam Layak Diganti

Sabtu, 9 Mei 2015 19:24 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menilai menteri-menteri di bidang perekonomian serta politik, hukum dan keamanan layak diganti bila Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet atau "reshuffle".

"Kegagalan menteri-menteri di bidang perekonomian dan polhukam cukup kuat menjadi alasan untuk memecat mereka," kata Said Salahudin dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Said mengatakan menteri-menteri di bidang perekonomian telah membuat rakyat sengsara akibat kebijakan mereka menaikan berbagai jenis harga dan tarif.

Begitu pula dengan menteri di bidang politik dan hukum. Alih-alih mampu menciptakan ketertiban politik dan hukum, Menkopolhukam dan Menkumham justru menciptakan instabilitas politik dan kerap mempolitisasi hukum.

"Presiden harus mempunyai alasan yang kuat untuk memberhentikan menterinya. Nah, menteri-menteri di dua bidang itulah yang memiliki alasan kuat untuk diberhentikan," tuturnya.

Tentang urgensi perombakan kabinet yang oleh sebagian pihak dianggap belum perlu karena masa kerja menteri yang baru seumur jagung sehingga belum bisa diukur, Said menyatakan tidak setuju dengan pendapat tersebut.

"Indonesia mengaku menggunakan sistem presidensial. Dalam sisten presidensial berlaku prinsip eksekutif tunggal, yaitu suatu sistem yang menekankan bahwa seluruh tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan ada ditangan Presiden," tukasnya.

Dalam istilah yang lain, menurut Said, berarti kekuasaan dan tanggung jawab pemerintahan ada ditangan Presiden. Karena pertanggungjawaban atas pelaksanaan kekuasaan pemerintahan oleh menteri berada ditangan Presiden, maka tidak perlu ada ketentuan waktu bagi Presiden dalam melakukan perombakan kabinet.

"Walaupun baru hitungan hari, apabila ada menteri yang melakukan kesalahan fatal dalam kebijakan yang diambilnya, maka boleh saja Presiden memberhentikan menteri bersangkutan," ucapnya, menegaskan. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026