
Polisi harus Jadi Contoh Tertib Berlalulintas

Lubuk Sikaping, (Antara) - Kapolres Pasaman Pasaman, Sumatera Barat, AKBP Agoeng S Widayat, mengintruksikan kepada jajarannya agar menjadi contoh dalam berkendara di jalan raya, sehingga tertib lalulintas di daerah itu dapat terwujud. "Jajaran kepolisian di daerah ini harus mampu memberi contoh yang baik dalam berlalulintas kepada masyarakat. Sebab itu kami telah menginstruksikan agar setiap anggota dapat memperlihatkan prilaku yang baik dalam berkendara," katanya di Lubuk Sikaping, Rabu. Ia menambahkan, hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya tertib lalulintas di jalan raya untuk menjamin keselamatan baik bagi pengendara maupun masyarakat pengguna jalan. Hal tersebut disampaikan Kapolres Pasaman, terkait digelarnya Operasi Kepolisian Terpusat Simpatik Jaya 2015, yang mulai dilaksanakan di daerah itu pada 1 -- 21 April 2015. Operasi Simpatik 2015, dilaksanakan serentak pada seluruh jajaran kepolisian di Indonesia, dengan mengedepankan fungsi lalulintas guna mewujudkan ketertiban dan kepatuhan dalam berlalulintas, guna meningkatkan kesadaran akan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi masyarakat. "Tugas pokoknya dalam operasi ini yakni kegiatan penekanan angka kecelakaan. Untuk itu kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk melengkapi kelengkapan kendaraan bermotor, dan menjadi pelopor keselamatan berlalulintas, serta membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan," katanya. Agoeng menambahkan, setiap anggota yang diturunkan di lapangan selalu mengedepankan upaya melihat akar permasalahan, pencegahan, dan penegakan hukum. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pasaman, AKP Muzhendri, mengatakan jumlah personel yang dilibatkan dalam operasi tersebut sebanyak 37 orang, dan dibantu Dinas Perhubungan setempat. "Operasi Simpatik ini akan kami gelar selama 21 hari kedepan. Anggota akan menjalankan Operasi Simpatik yaitu memberikan pengarahan, imbauan kepada pengendara kendaraan bermotor dengan cara menarik simpati masyarakat berupa tindakan peneguran dengan mengutamakan hati nurani dalam bertindak," katanya. Ia menambahkan, operasi ini dilakukan sebagai salah satu bentuk simpati Polri untuk mencegah atau meminimalisir kecelakaan lalulintas akibat kesalahan dan ketidakdisiplinan pengendara. "Sasaran kita pada operasi ini adalah semua pengendara," katanya. Ia menjelaskan, Operasi Simpatik akan mengedepankan tindakan preventif, pre emtif dan penegakan hukum (reprensif). Tapi pada kegiatan ini akan menonjolkan sisi preemtif dan preventif sebesar 80 persen, dimana diambil untuk menumbuhkan kesadaran tidak hanya bisa ditumbuhkan dengan penindakan hukum. Untuk target operasi tersebut, terdiri dari target orang dan barang. Target orang terdiri dari para pengguna jalan, mulai dari pengendara dan pengemudi kendaraan bermotor maupun tidak bermotor, pemilik angkutan barang dan angkutan umum, pejalan kaki. Sedangkan target operasi berupa barang atau benda, antara lain angkutan umum dan angkutan barang yang tidak baik jalan. Kemudian sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama, tidak dilengkapi kaca spion, lalu sepeda motor yang memakai knalpot bising (tidak standar), maupun kendaraan pribadi dengan tanda nomor kendaraan non standar, juga kendaraan bak terbuka yang dipakai untuk mengangkut orang. (*/eko)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
