Logo Header Antaranews Sumbar

MTsN Simpang Ampek Keluarkan Siswa Diduga Mesum

Selasa, 24 Maret 2015 16:54 WIB
Image Print

Simpang Ampek, (Antara) - Pimpinan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), telah mengeluarkan satu dari empat siswa yang diduga melakukan perbuatan mesum dengan seorang anak di bawah umur. "Kita baru mengetahui informasi itu pada 16 Maret 2015. Begitu ada informasi yang berkembang kita langsung memanggil siswa yang bersangkutan dan mereka mengakui perbuatannya," kata Kepala Sekolah MTsN Simpang Ampek, Syamsul Bayan di Simpang Ampek, Selasa. Sumber lain menyebutkan keempat siswa itu adalah inisial R, A, R dan M yang masih berstatus sebagai pelajar di sekolah itu, sedangkan wanitanya berumur 16 tahun yang sudah putus sekolah dan saat ini sudah diungsikan pihak keluarga ke daerah lain. Syamsul Bayan mengatakan kejadian itu terjadi sekitar bulan Juni 2014 di luar jam sekolah dan pada saat libur di salah satu rumah penduduk setempat di Jorong Katimaha Nagari, Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman. Namun kejadian yang memalukan itu baru diketahui pihak sekolah pada 16 Maret 2015. Mendapat informasi itu, pihak sekolah telah memanggil pihak orang tua keempat siswa tersebut, sekaligus untuk membuat surat pernyataan bahwa siswa itu telah melanggar peraturan dan tata tertib sekolah. "Sanksinya keempat siswa itu sejak 16 Maret tidak diperbolehkan mengikuti proses belajar mengajar lagi, karena perbuatan keempat siswa itu telah mencoreng nama baik sekolah dan Kabupaten Pasaman Barat," katanya. Namun, hanya satu orang yang masih duduk di kelas VII yang langsung dikeluarkan dari sekolah, sedangkan tiga orang siswa yang duduk di kelas IX masih diperbolehkan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada April 2015 dengan pertimbangan kemanusiaan. Ia mengajak pihak orang tua untuk bersinergi dalam mengawasi anaknya agar tak terjerumus kepada hal-hal yang negatif dan merusak moral anak didik serta merusak masa depan mereka. "Kejadian ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi karena akan merusak generasi muda kita. Peran orang tua mengawasi anak-anaknya sangat kita harapkan," harapnya. Sementara itu, Ketua DPD Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Pasaman Barat, Ruswar Dedison, sangat menyayangkan terjadinya dugaan perbuatan mesum yang dilakukan oleh siswa tersebut. "Apalagi terjadinya disekolah agama sehingga mencoreng nama sekolah dan daerah. Apalagi Pasaman Barat bermotokan membangun Pasaman Barat di atas tadah agama," ujarnya. Oleh karena itu, Kemenag Pasaman Barat harus menyikapi persoalan ini dengan tuntas karena sudah membuat malu nama sekolah dan daerah. (*/alt)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026