Logo Header Antaranews Sumbar

Asap Riau Belum Mengarah ke Negara Tetangga

Kamis, 19 Maret 2015 17:17 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antara) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan polusi asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang kini terkonsentrasi di daerah pesisir Provinsi Riau belum mengarah ke Semenanjung Malaya, yang bisa memicu protes dari negara Singapura dan Malaysia. "Asap kebakaran tidak kesana karena arah angin belum berembus ke arah utara," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, kepada Antara di Pekanbaru, Kamis. Selama tiga hari terakhir, polusi asap terus menyelimuti Kota Dumai yang berada di pesisir Provinsi Riau. Sugarin mengatakan polusi asap mempengaruhi jarak pandang di Dumai sehingga menurun tinggal satu kilometer (Km) pada pagi hari, dan pada laporan terakhir pukul 16.00 WIB terlihat asap masih pekat meski jarak pandang membaik jadi sekitar dua Km. "Angin secara umum dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan 5--10 knots atau setara 9--18 kilometer per jam," ujarnya. Sugarin mengatakan, kebakaran lahan dan hutan yang melanda bagian utara Riau hingga kini terbawa angin sehingga menyelimuti daerah di selatan, termasuk di Kota Pekanbaru. Ia berharap pemerintah bersama semua pihak segera mengantisipasi untuk mengendalikan kebakaran secepatnya karena arah angin akan berubah arah ke utara pada bulan Mei. Artinya, saat itu terjadi, asap kebakaran akan kembali terkirim ke negara tetangga seperti tahun 2013 dan 2014 yang mengakibatkan hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura dan Malaysia sempat "menegang" gara-gara polusi asap kiriman. "Angin akan mengarah ke utara saat musim kemarau, ketika matahari tepat berada di sebelah Utara Riau," katanya. Ia mengatakan, hasil pencitraan satelit Terra dan Aqua yang terbarui pukul 16.00 WIB mendeteksi ada tiga panas (hotspot) di Riau. Sebarannya berada di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir dan Kota Dumai yang masing-masing ada satu titik panas. "Titik panas dengan keakuratan di atas 70 persen menunjukkan ada dua titik berada di Bengkalis dan Dumai," katanya. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Yulwiriati Moesa mengatakan pihaknya mengirimkan surat kepada seluruh BLH di 12 kabupaten/kota di Riau untuk memastikan setiap perusahaan perkebunan dan kehutanan bersiap menghadapi potensi kebakaran saat musim kemarau datang. "Kita harus bersia-siap," ujarnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026