
Satpol PP Pesisir Selatan Razia Pelajar

Painan, (Antara) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), kembali menggelar razia penertiban pelajar yang bolos. Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Pesisir Selatan, Hazrial Amri di Painan, Kamis, mengatakan pada operasi tersebut Satpol PP menertibkan sebanyak enam pelajar dari beberapa sekolah karena terbukti berada di luar pekarangan sekolah saat jam pelajaran berlangsung dalam sebuah operasi, pada Kamis. Operasi penertiban siswa tersebut berlangsung di sekitar ibu kabupaten di Kecamatan IV Jurai mulai pukul 9.00 WIB hingga siangnya. Ke depan razia serupa akan terus ditingkatkan di seluruh wilayah kabupaten itu dalam waktu yang tidak ditentukan. Ke-enam siswa tersebut ditangkap Satpol PP karena terbukti tengah bermain di beberapa warung di pinggir jalan raya lintas barat Sumatera sekitar Kota Painan. "Kami tidak akan tebang pilih dalam operasi ini. Siapa saja siswanya yang ditemukan di luar pekarangan sekolah saat jam pelajaran berlangsung akan kita tangkap dan dibawa ke Markas Satpol PP di Painan," ujarnya. Menurutnya, bagi mereka yang tertangkap langsung digiring ke Markas Satpol PP di Painan (pusat kabupaten) untuk diproses dan ditindak sesuai peraturan daerah (Perda) yang berlaku di kabupaten setempat. Di Markas Satpol PP, semua siswa yang terjaring diminta keterangan dan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama pada hari-hari berikutnya. Selanjutnya, siswa tersebut diserahkan ke pihak sekolah untuk diberikan bimbingan dan pembinaan lebih lanjut. Bahkan, pihaknya meminta para orangtua siswa tersebut untuk menjemput ke Markas Satpol PP dengan tujuan supaya bisa memberikan nasehat kepada anak anaknya. Selain kedai minuman dan warung internet (Warnet), target Sat Pol PP dalam menggelar operasi tersebut adalah lokasi objek wisata karena tempat itu diduga sering dimanfaatkan para siswa untuk bermain saat jam pelajaran di sekolah berlangsung. Kasmal (60) warga Pesisir Selatan mengatakan sangat mendukung kegiatan Satpol PP tersebut karena sangat baik sehingga ke depannya mereka (anak sekolah) jerah dan takut melakukan perbuatan serupa. Ia berharap kegiatan itu terus berlanjut hingga ke kecamatan lainnya di kabupaten itu. Jika perlakuan kurang baik para siswa tersebut tidak cepat diantisipasi maka dikhawatirkan dapat merusak generasi muda dan mencerminkan wajah kurang bagus terhadap dunia pendidikan di kabupaten itu. (*/jun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
