
Pencaker Solok Selatan Baru Melapor 126 Orang

Padang Aro, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sepanjang 2015, baru 126 orang pencari kerja (pencaker) yang melapor di daerah itu. "Sebetulnya pencaker di Solok Selatan jumlahnya banyak, tetapi kesadaran mereka untuk melapor ke pemerintah daerah masih rendah, sehingga untuk pendataannya sulit dan jumlahnya kurang akurat," kata Kabid Tenaga Kerja, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Ermiwati di Padang Aro, Senin. Selain itu katanya, bagi pencari kerja yang tercatat juga enggan untuk melapor ke pemerintah daerah, apakah mereka sudah bekerja atau belum. Hal ini katanya, menjadi kendala dalam melakukan pendataan jumlah pengangguran di daerah itu. Dia menjelaskan, jika pencaker tersebut setelah melapor dan belum juga mendapat pekerjaan, maka pemerintah daerah akan memberikan jalan keluarnya. Sebagai contoh katanya, bagi mereka yang belum bekerja akan diberi pelatihan, sehingga setelah selesai bisa bekerja secara mandiri. Selain itu katanya, bagi yang belum mendapat pekerjaan juga akan diberi informasi tentang peluang kerja di berbagai perusahaan, sehingga mereka terus mendapat informasi sesuai keterampilan dan kemampuan masing-masing. Dia menyebutkan, setiap pencari kerja selalu diimbau untuk melapor secara berkala setelah melapor ke pemerintah daerah. Pada 2014 katanya, jumlah pencari kerja yang melapor ke pemerintah daerah sebanyak 785 orang yang didominasi oleh lulusan SMA sederajat. Tahun ini imbuhnya, hingga Maret 2015 jumlah pencaker baru 126 orang, didominasi oleh lulusan SMA sederajat, tetapi tingkat sarjana juga sudah mulai meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Solok Selatan jumlah pengangguran di daerah itu pada 2013 sebanyak 2.215. Pada 2013 jumlah penduduk usia kerja di Solok Selatan mencapai 100.457 orang dan bila dibandingkan pada 2012 jumlah ini meningkat sekitar 1.726 dari 98.731 orang. Sepanjang 2013 jumlah angkatan kerja sebanyak 61.449 yang terdiri dari bekerja 59.234 dan pengangguran 2.215 orang. (**/rik)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
