
Pejabat PBB Desak Negara Afrika Siaga Saat Ebola Meningkat

Accra, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang pejabat senior PBB telah mengingatkan tiga negara yang terpengaruh Ebola di Afrika Barat agar tetap siaga dan terus melancarkan langkah keamanan sampai penyakit itu benar-benar dapat dikendalikan. "Jika kita tidak siaga, saat itu lah kita bisa menyaksikan kemunculan kembali dan kami tak mau itu terjadi," kata Fatoumata Lejeune-Kaba Fatoumata, wanita Juru Bicara Misi PBB bagi Tanggap Darurat Ebola (UNMEER) di Accra, kepada Xinhua dalam satu wawancara belum lama ini. Fatoumata mengatakan akrena pernah ada kasus di Guinea, Liberia dan Sierra Leone, ketiganya menghadapi resiko kemunculan kembali wabah tersebut. Sekiat 12 bulan setelah wabah terbesar Ebola merebak, keadaan akhirnya membaik. Penularan berkurang dari puncaknya di ketiga negara yang paling parah dilanda wabah itu --Guinea, Sierra Leone dan terutama di Liberia. Wanita pejabat tersebut mengatakan musim hujan juga mendekat dengan cepat di wilayah itu dan dalam waktu sangat dekat hujan akan membuat sulit upaya pengendalian wabah tersebut, terutama di daerah terpencil yang sulit didatangi. "Jadi, sesungguhnya, kita berada pada masa yang sangat penting ketika kita menyaksikan jumlahnya berkurang karena saat itu lah orang santai," kata Fatoumata kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. "Mereka kembali ke kehidupan normal, dan kami memahaminya. Itu sangat manusiawi, orang mungkin ingin kembali bekerja, mereka ingin melakukan apa yang dulu biasa mereka kerjakan, mereka ingin bisa menyentuh keluarga mereka," katanya. Ia mengingatkan bahwa sampai semua negara memiliki nol kasus, orang perlu memastikan bahwa mereka bersikap bahwa Ebola masih ada dan satu kasus dapat memicu wabah. Fatoumata memuji masyarakat internasional atas tanggapannya sejak wabah tersebut menyebar tahun lalu. Ia mengatakan berkat upaya oleh masyarakat internasional itu, semua ketiga negara Afrika tersebut memiliki kemampuan dan fasilitas untuk mengendalikan penyebaran lebih jauh penyakit itu. Namun Fatoumata mengatakan masyarakat internasional akan mendukung Afrika Barat dan dunia dengan memastikan bahwa Guinea, Liberia dan Sierra Leone berada pada satu posisi, ketika Ebola hilang, untuk menangani setiap wabah baru. "Kita telah menyaksikannya dengan Ebola. Itu bisa dikurangi dan dapat kembali, jadi jika kita tak ingin kembali ke situasi saat Ebola kembali menjadi ancaman besar bagi seluruh dunia, kita perlu memastikan bahwa Guinea, Liberia dan Sierra Leone dapat menangani setiap wabah baru," katanya. "Kita perlu memastikan bahwa segera setelah Ebola hilang, ketika kita mencapai nol kasus, semua lembaga PBB, berbagai organisasi non-pemerintah, pemerintah sendiri, masih memiliki kemampuan untuk secara bereaksi setiap kali Ebola kembali," kata Fatoumata. Wanita Juru Bicara UNMEER tersebut menyeru warga di ketiga negara itu agar pergi ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan segera jika mereka mulai sakit. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
