
Sudan Bela Keputusan Usir Dua Pejabat PBB

Khartoum, (Antara/Reuters/AFP) - Sudan membela keputusannya Jumat untuk mengusir dua pejabat senior UNDP dan mendesak badan dunia itu menghormati kedaulatan Sudan, memperburuk ketegangan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sudan memerintahkan Ali Al-Zatari, koordinator di Program Pembangunan PBB (UNDP), dan Yvonne Helle, direktur UNDP setempat, untuk meninggalkan negeri itu, kata PBB Kamis, satu langkah yang dikecam oleh Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon. Bulan lalu Presiden Omar Hassan al-Bashir menyerukan pasukan pemelihara perdamaian dari UNAMID, Misi Gabungan PBB-Uni Afrika di Darfur, untuk keluar Sudan. Pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yousef al-Kordofani mengatakan pemerintah memutuskan mengusir Zatari, asal Yordania, karena komentar-komentar yang dibuatnya dalam satu wawancara dengan sebuah surat kabar Norwegia yang tampak mengeritik rakyat Sudan. Pada awal Desember, satu laman yang dekat dengan aparat keamanan Sudan memberitakan bahwa Zatari telah mengeritik pemerintahan Omar al-Bashir dalam wawancara dengan "Bistandsaktuelt". Sudan media Center yang mengutip Zatari mengatakan bahwa rakyat Sudan "bergantung pada bantuan kemanusiaan yang kami berikan kepada mereka" dan bahwa ia "dipaksa" bekerja dengan Bashir, yang dicari oleh Mahkamah Kejahatan Internasional atas dugaan kejahatan perang di Darfur, kawasan bagian barat. Zatari membenarkan dia telah diwawancarai oleh surat kabar itu tetapi membantah ia telah membuat komentar-komentar yangdiarahkan kepadanya. Helle diusir karena beberapa alasan, kata Kordofani kepada kantor berita Reuters, termasuk apa yang pemerintah Sudan lihat perilaku dia dan karena memotong program-program tanpa konsultasi. "Pemerintah Khartoum mengimbau Sekjen PBB untuk merevisi kecamannya atas keputusan untuk mengusir para pejabat itu," kata dia, dengan menyatakan bahwa PBB hendaknya menjamin para wakilnya menghormati kedaulatan Sudan. Sudan sudah menutup kantor hak asasi manusia UNAMID di Khartoum dan menyerukan misi itu untuk menyiapkan satu rencana keluar dari negeri itu. Negara itu juga telah menolak izin pasukan pemelihara perdamaian untuk melakukan kunjungan kedua ke lokasi yang diduga telah terjadi pemerkosaan massal oleh tentara Sudan di Darfur. Kepala pasukan pemelihara perdamaian PBB telah menyatakan UNAMID tak mungkin tunduk pada permintaan Sudan untuk keluar ketika situasi di sana tampak memburuk. Sumber-sumber PBB menyatakan Helle, asal Belanda, diberitahu untuk meninggalkan Sudan pada 29 Desember dan Zatari akan pergi pada 2 Januari. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
