Logo Header Antaranews Sumbar

Indonesia: Thailand Kursus Bersama Penjaga Perdamaian

Senin, 2 Februari 2015 14:52 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand telah menggelar kursus pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke dua negara. "Kursus ini bernama United Nations Military Observers (UNMO), dilaksanakan di pusat pelatihan penjaga perdamaian Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand di Provinsi Hua Hin," kata salah satu instruktur TNI, Kapten Cpm Hanri Wira Kusuma dalam pernyataan pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin (2/2). Kursus ini diselenggarakan selama tiga pekan dan telah berakhir pada 1 Februari. Menurut Hanri prajurit yang dikirim ke medan operasi di bawah bendera PBB wajib menunjukkan sikap professional. "Pasukan penjaga perdamaian dituntut mampu beroperasi di dalam lingkungan yang bersifat kompleks, oleh karenanya perlu adanya standarisasi skill dan kemampuan sebagai pasukan PBB," kata Hanri. Berbagai materi pelajaran diberikan selama kursus, di antaranya negosiasi, mediasi hingga mengemudi. Sementara itu instruktur TNI lainnya, Mayor Widianto menambahkan kursus UNMO juga dilaksanakan di Indonesia, di Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI, Sentul, Bogor dengan mendatangkan personel dari Angkatan Bersenjata Thailand yang telah berpengalaman. "Tujuannya agar TNI dan Angkatan Bersenjata Thailand dapat berbagi ilmu dan pengalaman dalam melaksanakan misi PBB," kata Widianto. Selama pelatihan, para anggota Angkatan Bersenjata Thailand digembleng oleh instruktur TNI baik teori di dalam kelas dan praktik di lapangan dengan simulasi mirip dengan situasi di medan tugas sebenarnya. "Mudah-mudahan kursus UNMO bisa terus ditingkatkan, karena tantangan di dalam melaksanakan misi penjaga perdamaian dunia semakin besar. Pelatihan bersama semacam ini banyak manfaatnya bagi kedua negara," kata Hanri. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026