Logo Header Antaranews Sumbar

Pengrajin Sepatu Padang Panjang Tingkatkan Produksi

Selasa, 27 Januari 2015 16:17 WIB
Image Print

Padang Panjang, (Antara) - Pengrajin sepatu di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai meningkatkan produksi pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. "Kami sudah mulai berproduksi dalam skala banyak untuk memenuhi permintaan pedagang penyalur atau konsumen," kata salah seorang perajin sepatu di Kota Padang Panjang, Pardi di Padang Panjang, Selasa. Dia mengatakan, permintaan dari pedagang penyalur tersebut bervariasi setiap memesan model sandal ataupun sepatu yang diproduksi oleh perajin Padang Panjang. "Khusus usaha sepatu saya, pedagang penyalur memesan tali untuk sandal dengan berbagai model. Sekali pengiriman ada sebanyak 8 -- 9 kodi perminggu," katanya. Dia bersyukur usaha yang dijalaninya tersebut bisa berproduksi kembali, karena sejak kenaikan harga BBM 2014, produksi usaha yang ditekuninya sejak beberapa tahun itu, nyaris tidak memiliki aktivitas. "Permintaan pedagang penyalur ini sudah berlangsung beberapa minggu terakhir, mudah-mudahan bisa berkelanjutan, karena pasca kenaikan harga BBM usaha sepatu saya ini nyaris tidak memiliki aktivitas," sebutnya. Untuk menyiasati kenaikan harga BBM yang berdampak kepada permintaan konsumen, Pardi mengaku mengurangi produksi usaha sepatunya itu. "Kami terpaksa mengurangi produksi untuk sementara, untuk menyiasati beban oprasional sebagai dampak dari kenaikan harga BBM," katanya. Pengurangan produksi, kata dia, juga berimbas kepada pendapatan dan tenaga kerja yang diperkejakannya selama ini. "Tenaga kerja untuk sementara kami berhentikan, mengingat pesanan menurun," katanya. Ia mengaku memproduksi sepatu dan sandal sebanyak 15 sampai 20 kodi seminggu, namun untuk saat ini produksinya terpaksa dikurangi. "Permintaan konsumen juga menurun, dan bahkan sampai tidak ada beberapa minggu terakhir," ujarnya. Wakil Wali Kota Padang Panjang Mawardi mengharapkan pelaku UKM di kota itu tetap bertahan meski kondisi saat ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan. "Dari pemerintah kota mengharapkan pelaku usaha agar bersabar dulu menjelang harga di pasaran stabil," sebutnya. Dari segi pembinaan UKM, kata dia, pemkot melalui instansi terkait sudah melakukannya sejak beberapa tahun terakhir. "UKM selalu menjadi perhatian pemerintah. Pembinaan sudah dilakukan oleh Dinas Kopersi UMKM Perindustrian dan Perdagangan," katanya. (*/ben)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026