
BTN Gandeng Jiwasraya Kembangkan Asuransi Perbankan

Jakarta, (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggandeng PT Asuransi Jiwasraya dalam mengembangkan produk asuransi perbankan (bancassurance) untuk meningkatkan pelayanan, khususnya dalam hal memberikan banyak pilihan sesuai kebutuhan nasabah. "BTN gencar memasarkan produk inovasi 'bancassurance'. Karena ke depan nasabah memerlukan banyak pilihan produk yang sesuai kebutuhannya," kata Dirut BTN Iqbal Latanro, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis, seusai bersama Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim menandatangani naskah kerja sama produk inovasi itu. Iqbal menilai, 'bancassurance' menjadi salah satu pilihan bisnis yang apik dan cukup menjanjikan di saat bunga deposito maupun tabungan tidak menarik untuk berinvestasi. Menurut dia, dengan produk ini, nasabah BTN bisa mendapatkan hasil investasi maksimal melalui produk perbankan, sekaligus memperoleh jaminan proteksi bagi dirinya. Pemasaran produk tersebut diharapkan menjadi lompatan besar demi menggenjot bisnis dari perolehan pendapatan bunga atau "fee base income". Untuk diketahui, produk berbasis bancassurance antara lain, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, produk unit link dan produk bundling lainnya. Selain menggarap bisnis inti berupa pembiayaan perumahan, perbankan BUMN ini juga tengah menjajaki peluang pengembangan produk investasi lain, seperti reksadana dan obligasi ritel Indonesia (ORI). Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim mengungkapkan, pendapatan premi hingga November 2012 mencapai Rp4,5 triliun dan hingga akhir tahun ditargetkan bisa mendapatkan Rp5,6 triliun. "Untuk itu, Jiwasraya akan mengoptimalkan semua kanal distribusi yang dimiliki, mulai dari keagenan, general agency, 'bancassurance', sinergi aliansi maupun telemarketing," katanya. Hingga 26 Desember 2012, jumlah pemegang polis individu maupun grup sekitar lima juta nasabah. Menurut Iqbal, Jiwasraya menjadi pilihan partner kerja setelah melalui mekanisme yang ketat dalam "beauty contest" dan secara "good corporate governance" (GCG) dapat dipertanggungjawabkan. Produk bancassurance ini merupakan produk baru Bank BTN dan diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan nasabah Bank BTN. Sasaran utama atas produk ini adalah meningkatnya layanan, memperluas dan memberikan variasi produk. "Selebihnya tentu saja meningkatnya usaha Bank BTN dari perolehan 'fee base income' dengan dipasarkannya produk bancassurance. Tapi hal ini menjadi pilihan kedua, setelah memenuhi tuntutan kebutuhan nasabah," kata Iqbal. Disamping itu Bank BTN tengah menjajaki pengembangan produk investasi lainnya yang nanti pada saatnya akan ditawarkan kepada masyarakat, seperti reksa dana dan ORI/SUKRI. Berdasarkan kinerja Bank BTN per 30 September 2012, dana pihak ketiga perseroan tumbuh sebesar 31,24 persen dari Rp52,83 triliun pada September 2011 menjadi Rp69,33 triliun pada periode yang sama tahun ini. Dana pihak ketiga perseroan per 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp61,97 triliun. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
