Logo Header Antaranews Sumbar

Memuliakan Ramadhan

Kamis, 26 Juli 2012 12:59 WIB
Image Print

Berbagai macam cara dan kegiatan dilakukan umat muslim di seluruh dunia dalam memuliakan bulan suci Ramadhan 1433 hijriah ini. Ada yang bertekad memperbaiki diri dengan memperbanyak ibadah, tarawih dan membaca Alquran dengan maksud dan tujuan memuliakan bulan Ramadhan yang datang sebulan dalam setahun.

Sejumlah hadist Rasulullah Saw memang mengisyaratkan keutamaan menyambut bulan suci ini. Di antaranya; Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka. (H.R. al-Nasai). Kalaulah seandainya umatku tahu keutamaan bulan puasa, tentu mereka akan meminta supaya bulan yang ada dijadikan puasa selamanya (H.R. Ibn Mazah).

Tentu kita sangat sepakat untuk memuliakan bulan Ramadhan, bahkan ini menjadi suatu keharusan bagi kita umat muslim. Karena inti menyambut Ramadhan adalah bagaimana kita bisa memperbaiki diri, membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang jelas-jelas dilarang oleh agama. Sedangkan menghidupkan Ramadhan adalah bagaimana kita disuruh meningkatkan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Alquran (qiyamul lail) dan ibadah sunat lainnya.

Kembali kepada kutipan hadist Rasulullah yang menyebutkan bahwa kegembiraan yang muncul dalam diri kita dalam menyambut datangnya Ramadhan dapat membebaskan diri kita dari api neraka tentunya tidaklah sesederhana itu.

Karena dengan kegembiraan saja tidaklah cukup untuk menyelamatkan kita dari api neraka. Sama halnya dengan mandi balimau jelang puasa tidak akan mampu mensucikan kita dari noda dan dosa. Kegembiraan tentu bukan dalam artian seremoni belaka, melainkan adanya upaya konsisten untuk berusaha menerjemahkan segala makna yang terdapat dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Ibadah puasa hanya dapat dilakukan dengan adanya semangat yang sungguh-sungguh dan dibuktikan dengan ketundukan hati orang beriman, sehingga dikatakan hanya orang berimanlah yang dapat melaksanakan ibadah puasa secara baik dan yang pantas bergembira akan datangnya bulan puasa.

Dengan demikian tentu banyak hal yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan suci ini, baik secara fisik maupun mental. Namun yang terpenting adalah perlu kesungguhan kita untuk membuktikan kegembiraan akan datangnya Ramadhan melalui peningkatan ibadah dan perbaikan moral dan akhlak.

Semoga kita dapat menjadikan puasa tahun ini lebih baik dan membekas dari tahun sebelumnya. Karena tidak ada yang dapat menjamin kalau tahun depan kita masih dapat melaksanakan puasa sebagaimana yang akan kita hadapi ini, dan akhirnya SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. (*)