Logo Header Antaranews Sumbar

Belajar dari Erupsi Gunung Sinabung

Kamis, 27 Februari 2014 14:38 WIB
Image Print

Batusangkar - Gunung
Sinabung Kabupaten Karo Sumatera Utara merupakan gunung api yang tidak pernah
tercatat meletus sejak tahun 1600, namun kembali aktif mengeluarkan awan panas
pada tahun 2010 yang lalu. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September
2013 dan berlangsung hingga kini.

Memasuki bulan November, terjadi
peningkatan aktivitas dengan letusan-letusan yang semakin menguat,
sehingga pada tanggal 3 November 2013 pukul 03.00 status dinaikkan kembali
menjadi Siaga.Pengungsian penduduk di desa-desa sekitar berjarak 5 km dilakukan
untuk antisipasi bahaya yang ditimbulkan.

Pada tanggal 20 November 2013
terjadi enam kali letusan sejak dini hari. Erupsi (letusan) terjadi lagi empat
kali pada tanggal 23 November 2013 semenjak sore, dilanjutkan pada hari
berikutnya, Terbentuk kolam abu setinggi 8000 meter di atas puncak gunung.
Akibat rangkaian letusan ini, Kota Medan yang berjarak
80 km di sebelah timur terkena hujan abu vulkanik.
Pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 status Gunung Sinabung
dinaikkan statusnya ke level tertinggi, level 4 (Awas). Penduduk dari 21 desa
dan 2 dusun harus segera diungsikan.

Status level 4 (Awas) ini terus
bertahan hingga memasuki tahun 2014. Guguran lava pijar yang jelas terlihat
pada saat malam hari dan semburan awan panas terus terjadi hingga 3 Januari
2014. Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan
luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya. Hal ini memaksa
tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang.

Kondisi ini bertahan terus, pada
minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan
direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat
dipulangkan. Namun demikian, sehari kemudian 14 orang ditemukan tewas dan 3
orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah,
Kecamatan Payung yang berada
dalam zona bahaya.

Hingga saat ini
Februari 2014 semburan awan panas masih terlihat dari puncak maupun di lereng
Sinabung, Hal ini membuat semua orang jadi tergugah sehingga berupaya
memberikan bantuan dan sumbangan baik berupa uang maupun sembako. Sumbangan
datang dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk dari Kabupaten Tanah Datar
sendiri. Pemkab bersama-sama masyarakat dan PNS dilingkungan Pemkab Tanah Datar
berupaya menghimpun sumbangan baik berupa pakaian layak pakai maupun dalam
bentuk uang.

Total bantuan yang
terkumpul sebesar Rp. 152.811.600,- juta lebih,yang diantarkan langsung lewat
jalan darat oleh rombongan yang dipimpin kepala BPBD Drs. Altri Suandi langsung
ke lokasi erupsi Sinabung Kabupaten Karo Sumut. Turut bersama rombongan SKPD
terkait seperti Dinas PU, Dinas Sosnaker, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian,
Kesbanglinmas, Camat, Muspika serta Walinagari yang wilayahnya berada di
selingkar gunung Marapi. Keberangkatan tim ini diinstruksikan langsung Bupati
M.Shadiq untuk study banding dan belajar dari erupsi Sinabung sebagai langkah
antisipasi sendainya terjadi erupsi gunung Marapi di wilayah Tanah Datar.

Bantuan logistik maupun dana tunai
terus mengalir, masyarakat menyalurkannya melalui sejumlah posko, yang saat ini
juga telah dikoordinir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
bersama Pemkab Karo yang berkoordsinasi dengan jajaraan Kodim setempat (Humas)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026