
Tim Puslabfor Olah TKP di Pasar Klewer

Solo, (Antara) - Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab kebakaran di Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah, Selasa. Tim Puslabfor Mabes Polri yang dipimpin Kombes Polisi Setyani dengan lima anggotanya di lokasi kebakaran menuju ke lantai dasar di kawasan kios Blok D yang diduga pertama kalinya munculnya titik api yang meludeskan bangunan berserta isinya itu. Tim Puslabfor bergerak cepat dengan mengambil sejumlah sampel di dalam bangunan pasar yang tinggal tersisa puing-puing bangunan dan abu bekas kebakaran. Tim Puslabfor yang dibantu dengan Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Surakarta tersebut terlihat membawa beberapa kotak panel blok yang ditemukan dari dalam bangunan pasar lantai satu, dan sejumlah barang bukti lainnya seperti abu sisa kebakaran dan kabel-kabel listrik. Namun, tim Puslabfor hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam kemudian mereka meninggalkan lokasi. Menurut Kepala Puslabfor Mabes Polri Cabang Semarang Kombes Pol Setyani, kondisi di dalam bangunan sisa-sia kebakaran masih terasa panas sekali. Petugas kadang-kadang keluar dari bangunan sebentar mencari angin dan kembali masuk untuk mencari barang bukti. "Kami maaf tidak bisa menjelaskan dan hasil penemuan untuk dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan," kata Setyani langsung meninggalkan lokasi. Tim Puslabfor yang melakukan olah TKP tersebut mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian, sehingga sejumlah pedagang yang hendak melihat kondisi kiosnya tidak dilarang mendekat ke lokasi. Lurah Pasar Klewer Solo Edi Murdiarso, mengatakan, pihaknya diminta tim Puslabfor untuk menunjukkan pertama kali munculnya titik api yang menyebabkan kebakaran di pasar ini. Menurut dia, pihaknya menunjukkan api muncul pertama kali di kawasan kios Blok D di lantai dasar. Tim memang menemukan kotak panel di lokasi itu, yang kemudian langsung dimasukan ke boks untuk dibawa ke labotarium. "Namun, saya tidak tahun dengan jelas kotak panel apa yang dibawa oleh petugas," kata Edi Murdiarso. Menurut dia, peristiwa kebakaran Pasar Klewer yang terjadi, Sabtu (27/12), sekitar pukul 19.45 WIB itu, menurut saksi Satpam, pertama kali muncul dari kawasan kios Blok D lantai dasar. "Dari total 2.214 kios di Pasar Klewer yang ada, sebanyak 1.532 kios di antaranya, hangus terbakar," kata Edi Murdiarso Bahkan, kata dia, Senin (29/12) malam masih terlihat muncul kembali tiga titik api, tetapi petugas pemadam kebakaran kembali didatangkan untuk memadamkan. Kondisi sisa kebakaran saat ini, di dalam bangunan masih panas dan perlu pendinginan. Menyinggung soal retribusi pasar akibat musibah kebakaran tersebut, Edi Murdiarso menjelaskan tentunya menurun dratis. Hasil penarikan retribusi Pasar Klewer sebelum musibah rata-rata sekitar Rp230 juta per bulan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
