
Rektor: Unand Siap Hadapi MEA 2015

Padang, (Antara) - Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang Werry Darta Taifur mengatakan bahwa institusi Unand sudah siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015. "Menghadapi MEA merupakan suatu keharusan, sekurang apapun itu, Unand harus siap," katanya, di Padang, Selasa. Menurutnya, untuk menghadapi MEA 2015 ini Unand akan melakukan upaya untuk menjaga konsistensi dan keberadaannya saat ini sebagai salah satu perguruan tinggi unggul Indonesia. Salah satu tugas utama katanya, mempersiapkan sumberdaya manusia dalam hal ini mahasiswa yang profesional dan memiliki daya saing tinggi. Di samping itu Unand juga menciptakan karakteristik Andalasian sebagai pedoman dalam pembangunan budaya belajar dan kerja. Kedua hal ini akan menjadi modal utama Unand untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain di ASEAN, imbuhnya. "Menghadapi MEA, Unand melakukan berbagai perubahan dari infrastruktur, sistem akademik hingga pengelolaan umum," kata dia. Dia menyebutkan, dari segi infrastruktur Unand telah dan akan membangun beberapa sarana prasarana pendukung. Seperti gedung perkuliahan, kantor, laboratorium hingga rumah sakit bertaraf internasional. Di samping itu dari segi akademik, Unand terus mengembangkan sistem pembelajaran terpusat mahasiswa atau SCL. Sedangkan untuk pengelolaan Umum dan keuangan, Unand terus melakukan perubahan mendasar dari segi budaya, etika, dan pelayanan, katanya. "Hasil dari upaya ini sudah memperlihatkan kemajuan yang cukup signifikan," kata Werry. Beberapa pencapaian Unand yang telah diraih pada tahun ini katanya, antara lain mendapat akreditasi Institusi A, Sistem Keuangan dengan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta penobatan sebagai universitas Klaster Mandiri dalam penelitian. Dia mengatakan, ke depan Unand akan terus melakukan perbaikan dari segala bidang. Sehingga manfaatnya dapat terasa pada saat berlangsungnya MEA mendatang, ujarnya. Sementara itu Dubes Indonesia untuk Thailand Lutfi Rauf dalam kunjungan ke Unand beberapa waktu lalu mengatakan bahwa salah satu isu utama pelaksanaan MEA ini yakni dalam hal menjalin keeratan hubungan antara negara ASEAN. Mengingat hal ini penting kata Lutfi, Indonesia membutuhkan komite nasional persiapan MEA 2015. Dimana tugasnya yakni mempersiapkan bentuk kerjasama dan konsolidasi baik ke dalam maupun luar negara, katanya. (**/den)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
