
Suwarjono-Arfi Bambani Pimpin AJI 2014-2017

Bukittinggi, (Antara) - Pasangan Suwarjono dan Arfi Bambani terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2014--2017 pada Kongres IX AJI di Hotel Grand Rocky Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu. Pasangan Suwarjono dan Arfi Bambani terpilih setelah kantongi 157 suara dan ungguli suara pasangan Abdul Manan dan Renjani Pusposari. Dari total 245 suara di 37 perwakilan AJI Kota se-Indonesia pasangan Suwarjono-Arfi ini meraih 157 suara Sementara, Abdul Manan-Renjani hanya meraih 88 suara. Suwarjono sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal AJI periode 2011--2014. Pemimpin Redaksi Suara.com, itu bergabung ke AJI Jakarta pada tahun 1999. Ia pernah menjadi pengurus Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta. Pada tahun 2001, Suwarjono masuk kepengurusan AJI Indonesia sebagai koordinator serikat pekerja. Sementara, Arfi Bambani Amri pengurus AJI Indonesia periode 2011-2014. Putra kelahiran Tiku Kabupaten Agam dan bekerja di Viva.co.id sebagai redaktur yang mengepalai Kompartemen Nasional, Politik dan Metropolitan. Lulusan Universitas Gajah Mada ini juga pernah bekerja di detik.com. Ketua terpilih, Suwarjono mengajak seluruh anggota AJI kembali bersama-sama membangun dan membesarkan organisasi. "Ke depan tugas kita akan semakin banyak. Butuh komitmen bersama untuk membesarkan AJI," ujarnya, Minggu. Sementara itu, Sekjen terpilih Arfi Bambani menyebutkan, sejumlah hal baru dari hasil Kongres IX AJI itu menjadi tantangan dan prioritas pengembangan organisasi. Resolusi dari kegiatan kongres itu di antaranya AJI menyambut kehadiran jurnalis warga, AJI menolak secara tegas keterlibatan anggotanya dalam partai politik, Majelis Etik mempunyai kekuatan lebih besar untuk memberikan sanksi terhadap pelanggaran etik di organisasi. Selain itu, Arfi mengatakan pengurus akan melakukan penarikan iuran secara nasional yang akuntable. Dan terakhir AJI membentuk bidang baru yakni komunikasi dan data untuk memperkuat basis pengembangan kompetensi anggota yang outputnya mendirikan sindikasi berita. "Strategi itu merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis, yang belakangan menjadi perdebatan sengit dan prioritas keja organisasi," katanya.Pemilihan Sengit Sebelum terpilih Ketum dan Sekjen 2014--2017, proses pemilihan pengganti Eko Maryadi-Suwarjono berlangsung sengit hingga Minggu dini hari. Sidang pleno yang dipimpin Aryo Wisanggeni, Upi Asmaradana, dan Syofiardi Bachyul (29/11) malam menetapkan dua pasangan calon dari empat calon. Pasangan tersebut adalah Abdul Manan (Tempo) dan Renjani Pusposari (Forbes) dicalonkan AJI Jember, sedangkan pasangan Suwarjono-Arfi dicalonkan AJI Pekanbaru. Sementara dua nama yang sempat mencuat Iman D. Nugroho (CNN Indonesia) dan Ruslan Sangadji (The Jakarta Post) batal maju. Pada pleno Manan-Renjani menyampaikan visinya mengangkat isu penguatan organisasi, pemerataan program ke AJI-AJI kota, keterbukaan informasi, kesejahteraan jurnalis, kebebasan pers, dan isu-isu jurnalis perempuan. "Salah satu yang penting kami tawarkan adalah pemberian small grant bagi AJI kota yang kesulitan mengakses pendanaan," katanya. Sementara Jono-Arfi menawarkan program kerja menyangkut isu kemandirian AJI Kota, pengembangan profesi dan etik, ketenagakerjaan, advokasi, perempuan dan anak, data dan informasi, penyiaran, internet, dan dana dan usaha. Pemilihan dengan sistem pemungutan suara tertutup sempat diulang karena jumlah kertas suara melebihi jumlah suara. Pemungutan ulang berlangsung hingga Minggu pukul 3.00 WIB, dengan kemenangan untuk Jono-Arfi. Selain memilih dan menetapkan Ketum-Sekjen baru, kongres itu juga menetapkan tiga anggota BPK organisasi, yakni M. Faried Cahyono, Andono Wibisono, dan Sunarti Sain. Menetapkan lima anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) antara lain Dandhy Dwi Laksono, Oyos Saroso, Adi Nugroho, Bambang Muryanto, dan Nurdin Hasan. Sedangkan 12 nama diusulkan sebagai anggota Majelis Etik yakni Ati Nurbaiti, Farid Gaban, Insyani Syahbarwati, Willy Pramudya, Didik Supriyanto, Masduki, Eko Maryadi, Abdul Latief Apriaman, Ahmad Taufik, Nursyawal, Nezar Patria, dan Syafiardi Bachyul. (*/cpw)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
