Logo Header Antaranews Sumbar

550 Warga Jerman Bergabung dalam Jihad di Suriah dan Irak

Minggu, 23 November 2014 06:21 WIB
Image Print

Frankfurt, (Antara/AFP) - Ratusan warga Jerman telah meninggalkan negara mereka untuk berjuang bersama pelaku jihad di Suriah dan Irak, kata Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere. "Kami memperkirakan 550. Hanya beberapa hari yang lalu kami memiliki 450," katanya kepada saluran televisi Jerman Phoenix, Jumat. "Orang-orang muda ... yang radikal di Jerman, di dalam masyarakat ini. Itu sebabnya pencegahan harus disertai dengan represi," tambahnya. Kebanyakan dari mereka yang telah bergabung organisasi jihad Negara Islam (IS) adalah laki-laki, meskipun beberapa wanita juga telah melakukan perjalanan ke dua negara yang dikoyak perang itu. De Maiziere mengatakan pemerintah mencermati sekitar 230 orang lebih yang dianggap ancaman potensial di tanah Jerman. "Kita tidak bisa mengecualikan, dan dalam kasus tertentu itu sebenarnya sangat mungkin, bahwa mereka sedang mempersiapkan satu serangan," kata menteri. Pada pertengahan Oktober, Jerman mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencegah warganya dari bepergian untuk bergabung dengan jihad di Irak dan Suriah, termasuk menyita makalah identitas mereka. Kekhawatiran yang meningkat di Eropa atas ancaman keamanan nasional tumbuh ditimbulkan oleh para pejuang jihad yang kembali dari Suriah dan Irak yang dilanda perang itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026