
Lahan Kritis di Sumbar 333 Hektare Lebih

Padang, (Antara) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumatera Barat (Sumbar), mencatat lahan kritis di provinsi itu mencapai 333,439 hektare yang menyebar pada 19 kabupaten/kota. "Dari 333,439 hektare lahan kritis itu, yang tercatat sebagai lahan sangat kritis 38,947 hektare," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishutbun Sumbar, Yonefis di Padang, Rabu. Ia mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan statistik BPDAS dari seluruh kabupaten/kota, Sumbar. "Hasil statistik ini diperoleh dari data tahun 2009, karena kami mendapatkan hasil dari perhitungan selama lima tahun sekali. Untuk perhitungan tahun ini, mudah-mudahan ada pengurangan dari lima tahun yang sebelumnya," katanya. Ia mengatakan, lahan-lahan kritis itu sebagian besar disebabkan karena penggunaan lahan-lahan yang tidak sesuai aturan pada kawasan dalam hutan maupun di luar hutan. "Penggunaan lahan yang tidak sesuai aturan di luar kawasan hutan lah yang sering temui, seperti pengolahan lahan tersebut sebagai kebun dan perladangan kemudian mereka seenaknya meninggalkan jika tidak memberikan hasil," ujarnya. Pihaknya secara berkelanjutan akan terus melakukan penghijauan pada lahan kritis tersebut. "Selain melakukan perbaikan terhadap lahan kritis, kami juga berkonsentrasi pada upaya membuat bangunan konservasi tahan dalam menahan laju air hujan," lanjutnya. Selain itu, kata dia, pihaknya gencar melakukan program pembuatan Kebun Bibit Rayat (KBR) pada setiap kabupaten/kota yang ada pada Sumbar. Pihaknya akan memfasilitasi pemberian bibit tersebut. (*/cpw)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
