
Kanada Lancarkan Serangan Pertama ke ISIS di Irak

Ottawa, (Antara/AFP) - Militer Kanada yang tergabung dalam koalisi pimpinan AS untuk pertama kalinya menjatuhkan bom dengan target posisi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak, Minggu. "Berkoordinasi dengan rekan koalisi, dua pesawat jenis CF-18 menyerang target ISIS dengan bom seberat 227kg yang dipandu dengan sinar laser di sekitar Fallujah," kata Menteri Pertahanan Kanada Rob Nicholson dalam pernyataannya. "Kedua pesawat tempur tersebut kembali ke pangkalan dengan selamat," katanya. Tapi Nicholson menolak untuk merinci lebih jauh ketika ditanya tentang kerusakan yang telah ditimbulkan akibat serangan yang berlangsung sekitar empat jam itu. Kanada akhirnya melancarkan serangan udara pertama dalam pertempuran menghadapi ISIS hanya berselang dua hari setelah menyatakan bergabung dengan koalisi pimpinan AS, Kamis lalu. "Serangan hari ini menyatakan tekad kuat pemerintah untuk menangkal ancaman teroris dan untuk membantu sekutu kami menghadapi gerakan yang telah berbuat kejam terhadap kaum wanita, anak-anak dan juga kaum pria yang tidak berdosa," katanya. "Saya menyampaikan terima kasih kepada pasukan kami, baik pria maupun wanita yang telah berkerja melaksanakan misi penting ini," katanya menambahkan. Sementara di Suriah, pesawat tempur koalisi pasukan koalisi menggempur posisi ISIS di lima serangan berbeda dengan perbatasan dengan Kobane. Serangan tersebut menghancurkan lima unit perbekalan ISIS dan tiga kendaraan. Serangan Kanada dilakukan tidak lama setelah Presiden Perancis Francois Hollande berkunjung ke negara itu. Dalam kunjungan tersebut, Hollande diyakini juga membahas konflik di Irak dengan Perdena Menteri Stephen Harper. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
