
UBH Lepas 657 Lulusan ke Masyarakat

Padang, (Antara) - Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan melepas 657 orang lulusanya ke tengah masyarakat setelah beberapa tahun dididik berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi tersebut. Pelepasan para lulusan itu akan dilaksanakan dalam acara wisuda ke-62, kata Humas UMB, Indrawadi di Padang, Kamis. Ia menyebutkan 82,2 persen lulusan UBH yang akan diwisuda Sabtu (18/10) berhasil meraih indeks prestasi kumulatih (IPK) diatas 3,00. Tercatat 82,2 persen itu adalah dari 657 mahasiswa UBH akan diwisuda, kata ketua Wisuda UHB, DR Eko Alvares, MSAA. Ia menyebutkan pada hari wisuda akan dilantik 657 wisudawan oleh Rektor UBH, dari Fakultas Ekonomi (69 orang), Fakultas Hukum (64), dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (352), dan Fakultas Ilmu Budaya (5), Lalu, dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (44), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 21 orang, Fakultas Teknologi Industri (59) dan Program Pascasarjana sebanyak (43) orang. Ia mengatakan sampai saat ini persiapan pelaksanaan wisuda tengah dilakukan dan sudah hampir rampung. Pada acara tersebut melibatkan partisipasi semua mahasiswa yang sudah eksis di lingkungan kampus. "Untuk acara formal, akan tampil paduan suara UBH yakni tunjuk Bung Hatta Voice (BHV), sedangkan untuk konsep acara tetap mengacu pada konsep sebelumnya dan disesuaikan aturan-aturan yang telah ditetapkan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) maupun Kopertis," sebutnya. Ia menjelaskan perkembangan UBH dalam melahirkan lulusan unggul dan berkopentensi semakin menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Dilihat dari Indek Prestasi Kumulatif lulusan, IPK rata-rata di atas 3,0 mencapai 82,8 persen dan sisanya dengan IPK rata-rata antara 2,5 sampai dengan 3,0. "Banyak lulusan yang telah berkiprah di tengah masyarakat mewarnai dunia profesi masing-masing baik di pemerintahan, penguasaha di sektor swasta, birokrat, anggota legislatif,TNI/Polri dan lainnya, katanya. Walaupun upacara wisuda tersebut merupakan seremonial rutin dalam kehidupan suatu perguruan tinggi, namun bagi UBH wisuda saat ini berarti melepaskan kader-kader bangsa, untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat, untuk tumbuh berkembang dan mengabdi guna membangun hari depan bangsa yang lebih baik, tegasnya. Ia mengingatkan usai di wisuda bukan berarti perjuangan dan proses pendidikan bagi wisudawan telah berakhir, akan tetapi akan dinilai oleh masyarakat dari cara berfikir dan dan dalam bertindak yang cermat dan teliti. "IPK tinggi bukan bukan jaminan memenangkan persaingan. Justru soft skill seperti kemampuan beriteraksi sosial, komunikasi, interaksi, kejujuran, dan kemampuan lisan maupun tulisan bahasa asing sangat menentukan dalam persaingan meraih pekerjaan," sebutnya. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
