
Mahasiswa IAIN Tuntut Kampus Berikan Pelayanan Maksimal

Padang, (Antara) - Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang melakukan aksi unjuk rasa menuntut pihak kampus untuk memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa di kampus setempat.Mahasiswa membakar beberapa kursi, sebagai wujud kekecewaan mereka terhadap pelayanan di kampus tersebut usai berorasi, Rabu.Salah seorang mahasiswa, Petrik di Padang mengatakan fasilitas di lingkungan kampus tidak layak pakai. Ditambah lagi dengan keamanan di kampus kurang terjaga dan pihak kampus seolah tidak peduli dengan keadaan tersebut.Kami tidak merasa aman di kampus, dan Dewan Mahasiswa tidak pernah menggubris hal tersebut, kata dia.Lebih lanjut dia mengatakan, beberapa laporan mahasiswa terhadap kejadian di kampus tidak pernah ditanggapi oleh Dewan Mahasiswa. Dimana Dewan Mahasiswa sama posisinya dengan Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus lain.Mahasiswa lainnya, Yazid menilai seharusnya pihak kampus memperhatikan hal-hal tersebut.Menurutnya, fasilitas yang memadai akan berpengaruh terhadap kualitas kampus dan mahasiswanya. "Bagaimana mau meningkatkan kualitas, sedangkan pelayanan diabaikan. Sementara IAIN Imam Bonjol ingin naik kelas menjadi UIN," kata dia.Ia berharap, pihak kampus membenahi fasilitas yang ada. Kemudian juga meningkatkan pengawasan terhadap keamanan di wilayah kampus. Akhir-akhir ini kata dia, sering terjadi kemalingan, banyak kendaraan mahasiswa yang hilang.Mahasiswa juga mempermasalahkan pembangunan yang tidak jelas dan terbengkalai. Penerimaan mahasiswa melebihi kapasitas. Prosedur pemenangan tender beberapa pembangunan sarana kampus yang tidak jelas.Kemudian tidak adanya keamanan dan kenyamanan bagi civitas kampus di antaranya, gedung perkuliahan tidak lengkap dan layak, proses kuliah di luar lokal, gedung perpustakaan tidak layak pakai, fasilitas WC yang jauh dari jumlah mahasiswa, perbaikan masjid tidak tuntas, satpam tidak berfungsi, tidak ada penerangan di kampus, dan tidak jelasnya akreditasi jurusan. (**/mar)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
