
Pengamat Apresiasi Polda Gagalkan Ekspor Timah Ilegal

Jakarta, (Antara) - Pengamat Pertimahan Bambang Herdiansyah mengapresiasi langkah Tim Gabungan Polda Bangka Belitung menggagalkan ekspor 91 kontainer timah ilegal yang akan dikirimkan ke Singapura pada Selasa (9/9) malam di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. "Saya mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Bangka Belitung dan berharap kepolisian bisa mengungkap tuntas kasus tersebut," tutur Bambang saat dihubungi wartawan, Minggu. Ia berpendapat sulit mengungkap ekspor timah ilegal di Provinisi Bangka Belitung (Babel) tanpa kesungguhan pihak kepolisian. Pasalnya, timah ilegal bisa menjadi legal hanya bermodal laporan survei (LS) timah yang dikeluarkan oleh PT Surveyor Indonesia. Idealnya kehadiran surveyor yang bertugas memverifikasi timah untuk diekspor bisa meminimalkan praktik ekspor timah ilegal. "Sayangnya surveyor dibiarkan menjalankan tugasnya tanpa pengawasan," ucap Bambang. Sesuai ketentuan, surveyor seharusnya memverifikasi timah yang akan diekspor mulai dari kadarnya hingga asal-usul barang sebelum menerbitkan laporan survei (LS), jelasnya lagi. Saat sebuah perusahaan sudah mengantongi laporan survei (LS) maka sulit mengharapkan bea dan cukai bisa mengendus timah ilegal yang diekspor. "Bea cukai hanya memverifikasi apakah spesifikasi barang sesuai dengan dokumen, kalau sesuai ya lolos," tukasnya. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Babel, Kombes (Pol) Heri Santoso mengaku bisa saja praktik ekpor timah ilegal dengan cara legal sudah berlangsung lama. "Bisa saja praktik ini sudah lama. Karena itu kami minta ekspornya ditahan dulu sementara, dan akan kami verifikasi ulang," ujar Heri, Kamis (11/9). Ia juga menjelaskan, langkah verifikasi ulang dilakukan untuk mengetahui kebenaran dari laporan yang diterima, terkait 23 perusahaan pemilik 91 kontainer timah yang ditahan tersebut. "Dari hasil verifikasi ulang tersebut, dapat diketahui Apakah benar perusahaan tersebut memiliki IUP yang aktif dan melakukan penambangan sendiri. Lalu dari mana asal usul timah yang mereka dapatkan itu," tambah Heri. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
