Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Dukung Kerja Sama SMK dengan Swasta

Sabtu, 30 Agustus 2014 08:18 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mendukung kerja sama sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan pihak swasta guna memperkuat kompetensi keahlian lulusan sekolah kejuruan itu, agar siap masuk ke pasar kerja. "Ini merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas tamatan SMK. Maka itu, saya memberikan apresiasi kepada SMK yang telah melakukan terobosan dalam bentuk kerjasama dengan pihak swasta," kata Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama SMK N 1 Koto XI Tarusan-PT AHM dan Menara Agung, Jumat, di Tarusan. Kerjasama tersebut, misalnya, dijalin SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan dengan PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Menara Agung. Tidak saja untuk mempelajari dan melatih para siswa, pemkab setempat juga mendorong kerjasama SMK itu dengan PT AHM dan PT Menara Agung untuk memberikan sertifikat keahlian bagi siswa yang mengikuti kegiatan perbengkelan sepeda motor. "Selain mendapatkan ijazah kelulusan, siswa SMK hendaknya juga memiliki keahlian dan sertifikat-sertifikat kompetensi di bidangnya sehingga cepat terserap di dunia kerja, " katanya. Sementara Kepala SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan Gestro Joni mengatakan, SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan menjalin kerjasama dengan PT Asra Honda Motor dan PT Menara Agung tentang perbengkelan kompentensi keahlian sepeda motor khususnya produk Honda. Kerjasama tersebut sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan keahlian yang berkaitan dengan teknik sepeda motor baik bagi guru maupun siswa. Dalam perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) tersebut, masing-masing pihak sepakat seperti PT AHM dan PT Menara Agung menyiapkan peralatan dan mekanik untuk praktik bagi siswa. Sedangkan sekolah menyediakan ruang praktik dan fasilitas pendukung lainnya. Di sisi lain, SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan masih dihadapkan dengan persoalan sarana dan prasarana seperti keterbatasan ruang kelas, sehingga proses belajar mengajar terpaksa dilakukan dua shif. "Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut sehingga bengkel praktek tersebut naik status menjadi bengkel resmi. Begitu juga dengan siswa agar memiliki kompetensi keahlian sehingga tidak ada yang menganggur setamat SMK ini," katanya. (*/jun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026