
Seorang Warga AS Petempur ISIS di Suriah Tewas

Washington, (Antara/AFP) - Seorang warga Amerika Serikat, yang berperang bersama gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), tewas akhir pekan lalu di Suriah, kata pejabat AS, Selasa. Amerika Serikat mengetahui bahwa Douglas McCain, 33 tahun, pernah bercita-cita menjadi "rapper" dan penggemar olahraga bola basket dari California, berada di negara bergolak Suriah, kata Gedung Putih, memastika kematiannya. McCain, yang pindah agama dari Kristen ke Islam sekitar sepuluh tahun lalu, tewas dalam pertempuran melawan Front Al-Nusra, kelompok terkait Alqaida, yang masuk daftar hitam Amerika Serikat, kata laporan media AS. "Kami terus setiap hari menggunakan alat yang kami miliki untuk menganjurkan dan meminta tidak berkunjung ke luar negeri untuk melakukan jihad dan melacak dan mengawasi mereka yang pulang," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Caitlin Hayden. McCain berafiliasi dengan ISIS yang sekarang berganti nama IS (negara Islam) -- yang mengauasai wilayah luas Irak dan Suriah setelah melakukan serangan yang kerja -- dan kematiannya menyebabkan keluarganya "terpukul" dan "sengata mengejutkan negara itu," kata pamannya McCain kepada stasiun televisi CNN. Ia adalah "orang yang baik, mencintai keluarganya, mencintai ibunya, mencintai agamanya," kata pamannya mengacu pada keponakannya yang beragama Kristen sebelum pindah memeluk Islam tahun 2004. Departemen Luar Negeri menginformasikan kepada keluarga atas kematiannya itu Senin. "Kami telah menghubungi keluarganya dan memberikan segala mungkin bantuan konsular," kata juru bicara Deplu Jen Psaki. Stasiun televisi NBC melaporkan McCain, dari San Diego membawa uang kontan sekitar 800 dolar dan paspor Amerikanya ketika ia tewas. NBC melaporkan seorang pegiat mengatakan McCain termasuk di antara tiga petempur asing di kelompok ISIS yang tewas dalam pertempuran, kendatipun rincian tidak banyak diperoleh. Di Facebook, ia menyebut dirinya "Duale ThaslaveoAllah", dan di Twitter-nya tertulis "Islam diatas segalanya," kata NBC. "Ancaman yang paling mengkhawwtirkaan adalahn bagi tanah air bahwa apabila para petempur seperti ini pulang ke AS dan melakukan tindakan terorisme," kata seorang pejabat senior pemerintah Presiden Barack Obama kepada NBC. Para pejabat AS pekan lalu mengemukakan kepada AFP bahwa lebih dari 100 warga AS pergi berperang di Suriah atau berusaha untuk melakukan itu, sementara ratusan warga Inggris juga dilaporkan melakukan perjalanan itu bersama dengan warga dari negara-negara Eropa lainnya. Deplu AS memperkirakan sekitar 12.000 petempur asing dari setidaknya 50 negara berperang di Suriah. Presiden Obama menurut rencana akan memimpin satu sidang khusus Dewan Keamanan PBB September mengenai ancaman-ancaman para petempur asing di Suriah dan Irak. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
