Logo Header Antaranews Sumbar

Makin Banyak Orang Suriah Bergabung Dalam Perang Melawan IS

Senin, 11 Agustus 2014 13:34 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Banyak orang di Provinsi Deir Az-Zour, Suriah Timur, pada Ahad (10/8), secara sukarela bergabung dengan suku di wilayah yang kaya akan minyak itu dalam perang mereka melawan anggota Negara Islam (IS), kata stasiun televisi resmi Suriah. Stasiun televisi itu melaporkan warga di Deir Az-Zour secara sukarela memerangi IS, yang telah menguasai hampir seluruh Deir Az-Zour, yang berbatasan dengan Irak. Suku di Deir Az-Zour, terutama Ash-Sheitan dan Shwait, telah melancarkan serangan terhadap petempur IS sejak satu pekan sebelumnya, saat makin banyak suku diperkirakan bergabung dalam perang melawan kelompok sempalan Al Qaida tersebut. Petempur suku menewaskan banyak anggota IS selama pertempuran satu-pekan, yang telah dipicu oleh kejahatan yang telah dilakukan anggota IS terhadap warga sipil dan anggota suku Deir Az-Zour, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Media setempat pada Ahad menyatakan anggota suku telah mengibarkan bendera resmi Suriah di beberapa daerah yang telah mereka rebut kembali dari IS di pinggiran Deir Az-Zour, dan meminta bantuan militer Suriah. Suku di Deir Az-Zour adalah alat dan kekuatan berpengaruh dalam mereka kembali provinsi yang kaya akan minyak itu, yang telah lama lepas dari kendali pemerintah. Di Irak Utara pada Ahad (10/8) pasukan Kurdi juga merebut dua kota kecil dari anggota IS, sementara militer AS terus melancarkan serangan udara terhadap sasaran kelompok fanatik tersebut, demikian laporan media setempat. Dalam satu pekan terakhir, IS mengalami pukulan di dua negara yang sedang dilanda kemelut di Timur Tengah. "Pasukan Peshmerga (Kurdi) dan tim kontra-terorisme melalui kerja sama dengan Partai Pekerja Kurdistan merebut kendali penuh atas Kabupaten Makhmour," kata jejaring media berita lokal Kurdi, yang mengutip seorang komandan anti-teror Kurdi. Tentara Peshmerga juga merebut kekuasaan atas Gwer, sekitar 40 kilometer di sebelah baratdaya Arbil, Ibu Kota Wilayah Kurdi Irak, setelah mereka mengalahkan gerilyawan IS pada Ahad pagi, kata laporan tersebut . Gwer dan Makhmour telah direbut oleh gerilyawan IS awal pekan lalu, sehingga menimbulkan ancaman kuat terhadap Ibu Kota Wilayah Kurdi itu. Militer AS pada Sabtu (9/8) terus melancarkan empat serangan udara terhadap gerilyawan fanatik tersebut, yang dulu dikenal dengan nama Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL), di Irak Utara, kata Departemen Luar Negeri AS melalui akun Twitter resminya. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026