Logo Header Antaranews Sumbar

Korsel Bantah Warganya Menjadi Hacker di Pilpres 2014

Kamis, 24 Juli 2014 04:56 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Kedutaan korea Selatan di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Antara pada Rabu membantah ada warga negaranya dalam kasus dugaan penggelembungan suara di Pemilihan Presiden 2014. "Pada tanggal 22 dan 23 Juli, beberapa media online seperti Oke Zone, Republika Online, Inilah.com, Antara, Kompas Online telah menerbitkan berita dengan judul "37 Hacker Korea dan Cina Gelembungkan 4 Juta Suara Golput," demikian siaran per Kedubes Korea Selatan. "Atau Kubu Prabowo-Hatta Sebut "Hacker Memanipulasi Suara" yang mengutip pernyataan dari Ketua Tim Koalisi Merah Putih Perjuangan untuk Kebenaran dan Keadilan Letjen(Purn) Yunus Yosfiah" katanya. "Akan tetapi, Kedutaan Besar Korea membantah sepenuhnya dugaan keterkaitan warga negara Korea dalam kasus tersebut" Pada tanggal 19 Juli, terdapat berita tentang penangkapan "Hacker" berasal dari Korea, serta WNA lainnya di Propinsi Jawa Tengah, padahal menurut hasil investigasi Polda Jateng, kasus dugaan tersebut telah dibuktikan tidak nyata sebagaimana dinyatakan dalam berita di bawah ini. - detik News 19 Juli "33 Orang Terindikasi Hacker Asing Digerebek di Semarang"- detik News 20 Juli "Hacker Asing yang Digrebeg di Semarang Menargetkan Perusahaan di Tiongkok" Untuk keterangan lebih lanjut, dapat dilakukan pemeriksaan kembali dengan pihak Kepolisian Indonesia, khususnya Badan Reserse dan Kriminal. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026