Logo Header Antaranews Sumbar

PBB Desak Kelompok Bangladesh Bertikai untuk Tenang

Selasa, 14 Mei 2013 13:35 WIB
Image Print
Ban Ki-moon

PBB, (Antara/AFP) - Sekjen PBB Ban Ki-moon, Senin mendesak partai-partai politik Bangladesh yang berseteru meredakan ketegangan menjelang pemilu. Dalam satu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Dipu Moni, Ban juga mengulangi kembali kekhawatirannya yang meningkat atas terjadinya aksi kekerasan baru-baru ini" yang terkait degan kelompok garis keras Islam di Bangladesh, kata juru bicara PBB Martin Nesirky. Ban "menegaskan para pemimpin politik Bangladesh penting sekali melakukan dialog yang konstruktif, untuk menghentikan ketegangan dan menyelesaikan perselisihan termasuk mengatasi pengaturan pemerintah yang baik dalam periode pemilu mendatang," kata Nesirky. Liga Awami yang berkuasa dan oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) terlibat pertikaian menjelang pemilu yang akan diselenggarakan Januari 2014. BNP dan sekutu-sekutu Islamnya mengancam akan memboikot pemilu itu jika tidak diselenggarakan oleh satu pemerintah sementara yang netral. Pemerintah Perdana Menteri Sheikh Hasina menolak tuntutan itu. Situasi semakin buruk akibat bentrokan-bentrokan antara polisi dan para pemrotes dari kelompok Islam pekan lalu, di mana puluhan orang tewas dan satu pengadilan menjatuhkan hukum mati terhadap seorang tokoh Islam Bangladesh karena mendalangi pembunuhan setidaknya 120 petani dalam perang kemerdekaan negara itu tahun 1971. Ban mengirim seorang utusan, asisten sekjen untuk urusan politik Oscar Frnandez-Taranco, dalam usaha mendamaikan partai-partai yang berseteru. Berbicara di Dhaka, Fernandez Tranco menyoroti "peningkatan" aksi kekerasan dalam pekan-pekan belakangan ini, termasuk bentrokan antara polisi dan para protes dari kelompok Islam. Ia mengatakan:"Menurut laporan yang saya dengar ada keinginan bagi satu persetujuan tetapi untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan itu akan memerlukan kemauan politik dan komitmen untuk menyelesaikan perselisihan yang masih ada." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026