
Australia Puji PBB Masukkan Boko Haram Sebagai Kelompok Teroris

Canberra, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop pada Jumat mengeluarkan pernyataan yang menyambut baik keputusan Dewan Keamanan PBB (UNSC) untuk mencap Boko Haram di Nigeria sebagai kesatuan yang berkaitan dengan Al Qaida. Keputusan tersebut berlaku pada 23 Mei waktu Canberra. Secara terpisah, Perdana Menteri Tony Abbott telah mengumumkan pemerintah akan melakukan tindakan mendesak untuk memasukkan Boko Haram sebagai organisasi teroris berdasarkan Hukum Pidana Australia. Pelanggaran organisasi teroris akan mengakibatkan dijatuhkannya hukuman seberat-beratnya 25 tahun penjara. Boko Haram menculik lebih dari 200 pelajar putri dari Chibok di Negara Bagian Borno, Nigeria, pada April. Juga ada dugaan bahwa organisasi itu memiliki kaitan dengan dua pemboman pada 20 Mei di Kota Jos, Nigeria Tengah, sehingga menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang lagi. Bishop mengatakan di dalam satu siaran pers bahwa Australia bergabugn dengan anggota lain UNSC pada April, dalam mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan oleh Boko Haram, termasuk penculikan pelajar putri, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. Keputusan UNSC tersebut untuk memasukkan Boko Haram sebagai organisasi teroris mencerminkan fakta bahwa hubungan dengan Al Qaida tak bisa dibantah. Keputusan UNSC mengenai Boko Haram berarti semua negara anggota takkan memberi Boko Haram akses ke senjata atau bantuan militer, serta ke dana atau dukungan materil lain. Itu juga berarti setiap orang orang atau kesatuan yang menyediakan dana, senjata, rekrutmen atau bantuan lain materil buat Boko Haram sekarang dapat juga ditambahkan ke dalam Daftar Sanksi Al Qaida. Bishop mengatakan sebagai Ketua Komite Sanksi Al Qaida, Australia telah mendorong pendekatan strategis bagi penggunaan sanksi, guna menjamin semua itu mendukung reaksi nasional dan regional terhadap ancaman yang berkembang dan diilhami Al Qaida. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
