Logo Header Antaranews Sumbar

BI: Harga Cabai Masih di Bawah Referensi

Rabu, 25 Juni 2014 17:14 WIB
Image Print
Cabai merah. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Bank Indonesia menilai harga berbagai jenis cabai yang umumnya menjadi pemicu utama kenaikan inflasi menjelang Ramadhan dan Lebaran masih berada di bawah harga referensi pemerintah. "Berdasarkan pemantauan kami, sekarang harga cabai merah keriting Rp17.500 per kilogram, cabai merah biasa Rp18.500/kg dan cabai rawit merah Rp25.000/kg. Harga-harga ini tentunya masih di bawah harga referensi yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Zulverdi di Jakarta, Rabu. Menurut Dody, saat ini pemerintah menetapkan harga referensi cabai merah kriting dan cabai merah biasa sekitar Rp26.000 per kilogram, sedangkan harga cabai rawit Rp28.000/kg. "Harga cabai ini selalu menjadi perhatian terkait dengan inflasi menjelang lebaran," ujar Dody. Ia mengatajkan, harga cabai memang kerap menjadi indikator di tengah masyarakat terkait kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran. "Kelompok volatile food (barang bergerak) biasanya memang meningkat menjelang Lebaran, tetapi sejauh ini harganya masih terkendali," kata Dody. Sementara itu, terkait peran signifikan BI dalam menjaga tingkat inflasi inti sendiri menurutnya telah mampu mengendalikan laju inflasi Mei 2014 sebesar 0,23 persen (month-to-month) atau mencapai 4,82 persen (year-on-year). "Kami perkirakan inflasi inti (y-o-y) pada tahun ini masih akan di kisaran 4-5 persen, meski sebelumnya ada kenaikan harga bahan bakar minyak," ujat Dody. BI memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2014 akan berada pada kisaran 0,3-0,4 persen (m-t-m) atau lebih tinggi dari inflasi IHK Mei 2014 yang sebesar 0,16 persen. "Survei pantauan harga yang dilakukan BI mengarah ke inflasi (m-t-m) yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya," kata Dody. Ia menambahkan, inflasi IHK secara tahunan pada Juni 2014 diperkirakan akan sebesar 6,6 persen atau lebih rendah dari inflasi di bulan sebelumnya yang masih sebesar 7,32 persen. "Secara tahunan inflasi terus mengalami penurunan, karena dampak dari kenaikan harga BBM berangsur-angsur menghilang," ujar Dody. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026