
Kerry Desak Suku Kurdi Selamatkan Irak dari Perpecahan

Arbil, Irak, (Antara/Reuters) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada Selasa (24/6) mendesak para pemimpin Wilayah Otonomi Kurdi Irak agar mendukung Baghdad dalam menghadapi gerakan gerilyawan Sunni, yang mengancam bisa membubarkan negeri itu. Pasukan keamanan Irak pada Selasa terlibat bentrokan dengan faksi bersenjata dalam memperebutkan kekuasaan atas kilang minyak terbesar di negeri itu dan gerilyawan melancarkan serangan terhadap salah satu pangkalan udara terbesarnya kurang dari 100 kilometer dari Ibu Kota Irak, Baghdad. Lebih dari 1.000 orang, terutama warga sipil, telah tewas dalam waktu kurang dari tiga pekan, kata PBB pada Selasa. Badan dunia itu menyebut jumlah tersebut "sangat minim". Jumlah tersebut meliputi prajurit pemerintah yang tak bersenjata yang diberondong senapan mesi di beberapa kuburan massal oleh gerilyawan, serta beberapa peristiwa yang dilaporkan mengenai tahanan yang tewas di sel mereka oleh pasukan pemerintah yang mundur. Kerry terbang ke wilayah Kurdi dalam perjalanan ke Timur Tengah untuk menyelamatkan Irak, setelah gerak mengejutkan petempur Sunni yang dipimpin oleh Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL). Para pejabat AS percaya bahwa membujuk suku Kurdi untuk berpegang pada proses politik di Baghdad adalah penting untuk menjadi Israel terpecah-belah, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. "Jika mereka memutuskan untuk mundur dari proses politik Baghdad, itu akan mempercepat banyak kecenderungan negatif," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang berbicara kepada wartawan tapi tak ingin jatidirinya diidentifikasi. Para pemimpin Kurdi telah menjelaskan bahwa penyelesaian untuk mempertahankan persatuan Irak sebagai negara sekarang terancam. "Kami menghadapi kenyataan baru dan Irak yang baru," kata Presiden Kurdi Massoud Barzani pada awal pertemuan dengan Kerry. Sebelumnya, ia menyalahkan "kebijakan keliru" Perdana Menteri Nuri Al-Maliki sebagai penyebab kerusuhan dan menyeru dia agar mundur. Barzani mengatakan "sangat sulit" untuk membayangkan Irak tetap bersatu. Kerry memberitahu Barzani bahwa Irak perlu tetap bersatu, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang merujuk kepada komentar pemimpin Kurdi itu mengenai menunggu negara merdeka. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
