Logo Header Antaranews Sumbar

Kerry Desak Abbas Lanjutkan Pembicaraan dengan Israel

Minggu, 26 Mei 2013 09:02 WIB
Image Print

Ramallah, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry mendesak Presiden Palestina Mahmoud Abbas agar melanjutkan pembicaraan perdamaian langsung dengan Israel, kata satu sumber yang mengetahui, Sabtu (25/5). Sumber tersebut, yang tak ingin disebutkan jatidirinya, memberitahu Xinhua selama pertemuan yang diadakan pada Kamis (23/5) di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, Kerry mengajukan kepada Abbas rencananya untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan Israel. Sumber itu menambahkan Kerry dan Abbas dijadwalkan bertemu lagi di Jordania pada Ahad untuk menerima jawaban Israel atas rencana Kerry itu, yang diperkirakan diumumkan pada Juni. "Rencana Kerry untuk melanjutkan pembicaraan antara kedua pihak tak meliputi semua tuntutan dasar Palestina, tapi mempertimbangkan 'isyarat i'tikad baik' Israel, terutama pembebasan orang yang ditahan sebelum 1994 dan perluasan kendali keamanan Palestina atas daerah yang lebih luas di Tepi Barat," kata sumber tersebut. Menurut sumber itu, pengembangan proyek besar ekonomi di wilayah Palestina, seperti bandar udara dan perubahan, serta perluasan penanaman modal AS "juga menjadi bagian dari isyarat i'tikad baik tersebut", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Sumber itu mengungkapkan pemerintah AS juga telah menunjuk dua pembantu bagi Kerry untuk membantu dia menyelesaikan konflik Palestina-Israel: Satu adalah ahli dalam bidang ekonomi dan satu lagi ahli dalam urusan keamanan. Ia menambahkan pihak Palestina, yang menghadapi tekanan kuat Amerika, berusaha menemukan cara untuk menemukan pilihan kalau-kalau pembicaraan perdamaian gagal. "Terjadi perdebatan luas Palestina dan Arab mengenai rencana Kerry," kata sumber tersebut. Kerry telah melancarkan upaya sejak 20 Maret untuk melanjutkan perundingan perdamaian langsung antara Israel dan Palestina, yang telah macet pada Oktober 2010 akibat dilanjutkannya pembangunan permukiman Israel. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026