Logo Header Antaranews Sumbar

Kerry Desak Tindakan Keras Bagi Korut

Kamis, 14 Februari 2013 07:57 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry pada Rabu mendesak dilancarkannya reaksi yang "kuat dan kredibel" dari pemimpin dunia kepada Korea Utara sehubungan dengan uji coba nuklir yang baru dilakukan. Menurut Kerry, langkah tersebut dapat menunjukkan kepada Iran bahwa komunitas internasional tidak main-main dalam masalah non-proliferasi. "Ini adalah mengenai proliferasi dan juga tentang Iran.. Kedua hal tersebut berkaitan erat," kata Kerry setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yornania Nasser Judeh. "Sangat penting bagi komunitas internasional untuk mempunyai kredibilitas agar usaha non-proliferasi mendapat kepercayaan," kata dia sambil menekankan bahwa negara-negara kuat akan kembali bernegosiasi dengan Teheran dalam dua minggu ke depan untuk membicarakan kecurigaan soal program nuklir di Iran. Di sisi lain, dalam pidato kenegaraan tahunan di depan Kongres pada Selasa malam, Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji akan mengambil "langkah keras" bersama negara-negara sekutu untuk menghukum Korea Utara setelah Pyongyang memicu kemarahan global dengan uji coba nuklir ketiganya. "Sama bagi Korea Utara yang tidak diizinkan untuk mengembangkan persenjataan nuklir, maka hal serupa juga berlaku bagi Iran," kata dia kepada wartawan. "Tindakan yang keras seperti itu akan berdampak baik bagi semua usaha lain yang berkaitan dengan non-proliferasi," kata Kerry. Kerry mengatakan Amerika Serikat sekarang "akan memusatkan tenaganya" untuk mendesakkan sanksi keras dari Dewan Keamanan PBB bagi Pyongyang atas uji coba nuklir yang dia sebut sebagai tindakan "provokatif" yang melanggar resolusi PBB. "Jika Anda ingin mengatakan suatu hal, maka perkataan itu harus mempunyai makna sesuatu. Dan agar kata-kata dapat bermakna, Anda harus melakukan tindakan yang sesuai," kata Kerry. "Persenjataan nuklir Korea Utara dan program balistik rudal di negara tersebut sekarang ini bukan hanya merupakan ancaman bagi Amerika Serikat melainkan juga bagi keamanan dan perdamaian dunia," kata dia. Sementara itu China, yang merupakan sekutu dagang dan politik Korea Utara, telah menandatangani penyataan Dewan Keamanan PBB yang mengecam tindakan Pyongyang yang "dengan jelas merupakan pelanggaran" terhadap resolusi PBB. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026