
Tradisi "Pacu Jawi" Tambah Pendapatan Masyarakat

Batusangkar, Sumbar, (ANTARA) - Tradisi "Pacu Jawi" (balapan sapi) di Tanahdatar, Sumatera Barat mampu menambah pendapatan masyarakat nagari (desa adat), ujar pejabat setempat. Selain itu, kata Kepala Dinas Budparpora Tanahdatar Marwan di Batusangkar, Sabtu, alek nagari (pesta rakyat) ini mampu melestarikan budaya dan tradisi masyarakat serta meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat. "Acara 'Pacu Jawi' yang digelar setiap pekan ini berdampak positif bagi perekonomian dan sosial budaya masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Jutaan rupiah uang beredar selama pelaksanaan pacu jawi," kata dia di sela-sela "Pacu Jawi" di Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Sabtu. Ia menyebutkan, event ini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Selama seharian masyarakat dapat menggelar berbagai jenis makanan dan minuman yang akan dinikmati penggemar "Pacu Jawi" dari berbagai pelosok nagari di Kabupaten Tanahdatar. "Selain itu, bagi peternak jawi juga dapat meningkatkan kesejahteraannya. Setiap jawi pacuan akan punya nilai jual yang tinggi dibanding jawi biasa," tuturnya. Ia menambahkan pesta rakyat tersebut saat ini tak lagi milik orang Tanahdatar saja, tapi sudah mendunia. Pihaknya berharap masyarakat dapat mempertahankan tradisi seperti ini dan tidak terpengaruh dengan budaya asing. Event ini menyajikan atraksi menarik bagi wisatawan terutama turis mancanegara dan para fotografer. Ia menyebutkan, banyak biro perjalanan wisata yang menginginkan agar ada kalender tetap "Pacu Jawi" ini sehingga mereka dapat membawa tamunya pada jadwal yang telah ditentukan tersebut. "Kegiatan ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi sarana hiburan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat," katanya. Ia mengharapkan masyarakat dan para wisatawan serta fotografer yang menyaksikan alek pacu jawi ini dapat menjaga ketertiban dan keamanan sehingga berjalan lancar. (**/fan/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
