Logo Header Antaranews Sumbar

KRI Kriat-827 Adakan "Open Ship" Bagi Pelajar

Selasa, 17 Juni 2014 15:24 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Krait-827 dengan Komandan Kapten Laut (P) Doni Putra mengadakan "open ship" atau kunjungan ke kapal bagi pelajar dan masyarakat Kota Padang. "Silahkan bagi pelajar dan masyarakat yang mau melihat langsung KRI Krait-827 tersebut bersandar di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur Padang," kata Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang Laksamana Pertama (Laksma) TNI I Nyoman Nesa di Padang, Selasa. Ia menjelaskan kegiatan tersebut memang merupakan agenda dari Lantama II Padang bagi masyarakat yang dinamakan "Lantamal II Padang Open Ship 2014". "Untuk kegiatan Open Ship tersebut dimulai Rabu (18/6). Jadwal untuk melihat kapal perang bagi masyarakat umum dimulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB dan kapal tersebut kini bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur Padang," ujarnya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa cinta Bahari dan mendekatkan TNI Angkatan Laut sehingga masyarakat lebih mengenal TNI AL. "Kedatangan KRI Kriat-827 sebagai wahana alternatif untuk kunjungan wisata ke Pelabuhan Teluk Bayur, di samping dapat mengetahui dan dapat informasi yang lengkap dari KRI Dewaruci juga dapat menambah ilmu pengetahuan tentang kebaharian dan keangkatan lautan," ungkap I Nyoman Nesa. Ia mengatakan KRI Krait-827 melaksanakan operasi di sepanjang perairan pantai barat Sumatera dalam rangka deteksi dini serta pengendalian di kawasan perairan pada sektor operasi yang menjadi tanggung jawab selama melaksanakan operasi keamanan laut. KRI Krait - 827 ini adalah kapal aluminium pertama dibangun oleh Fasharkan TNI-AL Mentigi Tanjung Uban bekerjasama dengan PT Batam Expresindo (BES). Kapal ini hasil rancangan putra-putri terbaik Indonesia, diresmikan oleh Panglima TNI pada Desember tahu 2008 di Fasharkan TNI AL Mentigi. "Kapal perang ini memiliki panjang badan 40 meter dan dirancang untuk sanggup melaju hingga kecepatan 20 knot didorong oleh dua unit mesin diesel berkekuatan 1.250 HPt," katanya. Ia menjelaskan bahwa di samping tugas patroli keamanan laut, KRI Krait (827) juga bisa digunakan sebagai kapal SAR dan kapal untuk bantuan bencana alam sehingga kapal ini dilengkapi dengan Hydraulic Crane yang dapat digunakan pada saat SAR maupun bongkar muat bahan bantuan untuk daerah bencana (saat bencana, suatu pangkalan belum tentu ada fasilitas angkat yg memadai). "Di samping itu, kapal ini didesain 'auto pilot' untuk memudahkan pengendalian selama kapal melintasi alur pelayaran yang sempit dan untuk jarak tempuh yang jauh sehingga moral pengawak tetap terjaga dengan kemudahan pengoperasian kapal," ungkapnya. Kapal ini termasuk dalam "10 Karya Anak Bangsa Yang membanggkan" di bidang kemandirian bangsa dalam mencukupi Alutsista TNI untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI. "Kapal perang kelas ini dijagokan menjadi basis pengembangan kapal-kapal perang buatan Indonesia yang lebih besar," tegas I Nyoman Nesa. (*/zon)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026