Logo Header Antaranews Sumbar

Unand-UNP Lakukan Pemantauan Ujian SBMPTN 2014

Selasa, 17 Juni 2014 13:15 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Sejumlah pimpinan Universitas Andalas (Unand) Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan pemantauan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 pada beberapa lokasi di Kota Padang, pada Selasa (17/5). "Pemantauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung jalannya ujian sekaligus mengawasi apabila terjadi pelanggaran dalam ujian," kata Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Unand Eriyanty, di Padang, selasa. Dia menyebutkan dalam pemantauan ini beberapa lokasi yang menjadi titik kunjungan antara lain Gedung UNP Air Tawar, gedung Unand Limau Manis dan Jati, SMAN 1 dan Universitas Putra Indonesia. Selain pimpinan Unand dan UNP dalam pemantauan ini juga beberapa awak media cetak dan elektronik lokal ikut serta dalam rombongan, imbuhnya. Sementara itu Ketua Panitia Lokal 17 Padang Febrin Anas Ismail saat melakukan pemantauan mengatakan bahwa peserta ujian yang berkebutuhan khusus saat tes dibantu oleh pendampingnya. Pendampingnya ini berasal dari pengawas, jika tidak memungkinkan , kerabat peserta dapat membantu dengan catatan bukan menunjukkan jawabannya. Namun begitu dalam pelaksanaan SBMPTN ini semua peserta diperlakukan sama, termasuk sanksi yang diterima jika melakukan pelanggaran, imbuhnya. Selain itu Menurut Febrin, dari beberapa lokasi yang telah dipantau tersebut, tidak menemukan suatu kejadian dalam bentuk pelanggaran. Baik itu peserta maupun pengawas melaksanakan ujian dan tugasnya sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dia mencontohkan di sektor Limau manis 1 Unand, dimana para peserta secara tertib memasuki ruangan ujian tanpa terlihat keluhan. Sedangkan pengawas melakukan tugasnya dengan disiplin sesuai yang diajarkan pada saat pelatihan minggu lalu, ujar Febrin. Senada dengan Febrin, salah seorang pengawas ujian SBMPTN Gusri (27) mengatakan bahwa banyaknya jumlah pengawas dalam satu lokal yakni mencapai 2 hingga 3 menjadi keuntungan bagi peserta. Menurutnya, dengan begitu peserta sulit melakukan pelanggaran seperti mencontek atau melihat jimat, ucapnya. (**/den)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026