
Tujuh Penyandang Cacat Ikut SBMPTN UNP-Unand

Padang, (Antara) - Sebanyak tujuh orang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), tercatat ikut dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang diselenggarakan Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand). "Dalam peserta SBMPTN 2014 ini, ada tujuh orang anak yang berkebutuhan khusus," kata Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Yanuar Kiram, saat menggelar jumpa pers di Padang, Rabu. Ketujuh anak itu, katanya, dua anak adalah penyandang tunanetra, satu orang tidak bisa menulis dan berjalan, satu orang tidak bisa berbicara (Tunawicara), sedangkan tiga anak lainnya belum dapat dikonfirmasi. "Tiga anak lainnya belum didapatkan keterangan yang jelas, hingga saat ini panitia masih menunggu," katanya. Sedangkan Ketua penyelenggara SBMPTN yang bernama Panitia Lokal 17 Febrin Anas Ismail, mengatakan pada saat pelaksanaan panitia akan memberikan pelayanan yang baik. Ia juga menegaskan, pelaksanaan tes akan dilakukan dengan jujur dan adil sehingga tidak ada perbuatan yang diskriminasi. "Kami akan memberikan pelayanan yang baik, seperti tenaga ahli yang akan membacakan soal, bagi penyandang tunanetra, dan lainnya," katanya. Meskipun demikian, lanjutnya, fasilitas tersebut hanya diberikan pada saat pelaksanaan tes saja. Tidak termasuk pengakomodiran, maupun menyediakan tempat tes khusus. "Untuk itu kami juga berharap agar pihak keluarga juga turut memberikan perhatian lebih, sehingga pelaksanaan tes dapat disukseskan," katanya. Pada bagian lain, pelaksanaan tes SBMPTN UNP dan Unand akan dilaksanakan pada 17 Juni 2014. (*/hul)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
