Gita Wirjawan Siap Bentuk Kabinet Profesional
Kamis, 20 Februari 2014 17:41 WIB
Peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat Gita Wirjawan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat Gita Wirjawan mengatakan jika masyarakat memberikan kepercayaan kepada dirinya menjadi Presiden Indonesia mendatang akan membentuk kabinet profesional.
"Kalau saya dipercaya menjadi presiden, saya akan membentuk kabinet yang para menterinya dari kalangan profesional, sehingga pengelolaan pembangunan nasional juga profesional," kata Gita Wirjawan ketika berkunjung ke redaksi Perum LKBN ANTARA di Wisma Antara, Jakarta, Kamis.
Gita Wirjawan diterima oleh jajaran direksi Perum LKBN ANTARA, yakni Direktur Utama Saiful Hadi, Direktur Pemberitaan Akhmad Kusaeni, serta jajaran redaksi.
Menurut Gita Wirjawan, rencana membentuk kabinet profesional adalah merupakan bagian dari strateginya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional.
Mantan Menteri Perdagangan ini menjelaskan, orang profesional adalah para ahli yang bekerja di bidangnya sesuai dengan profesinya masing-masing dan bukan orang dari partai politik.
"Jika semua menteri kabinet adalah orang profesional, maka dapat meminimalisir bagasi partai dan sandera politik," katanya.
Ia menambahkan, jika menteri kabinet dari partai politik, sulit untuk fokus menjalankan tugasnya, karena di satu sisi mengurusi tugas negara tapi di sisi lain masih mengurusi umbul-umbul atau katering untuk partainya.
Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini memimpikan, Indonesia ke depan dipimpin oleh para profesional terbaik di bidangnya yang memiliki komitmen untuk membangun negara.
Ketika ditanya, soal lembaga yang dapat mengusung calon presiden hanyalah partai politik atau gabungan partai politk, Gita menjelaskan, bahwa kabinet profesional itu adalah strategi khusus yang menjadi impiannya.
Jika dengan strategi khusus tersebut dirinya malah tidak diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik, Gita menyatakan, dirinya siap menghadapi konsekuensinya.
"Saya melihat, konstelasi politik di Indonesia saat ini tidak bisa lepas dari lobi, kompromi, dan koalisi di antara partai politik.
Gita menambahkan, jika dirinya tidak terpilih karena impiannya membangun kabinet profesional, itu adalah cerminan dari demokrasi yang ada di Indonesia saat ini. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018