Leo Batubara : Tiga Capres Tak Punya "Kendaraan"
Sabtu, 8 Februari 2014 19:55 WIB
Bengkulu, (Antara) - Tokoh pers Indonesia Leo Batubara berpendapat bahwa ada tiga kandidat calon presiden yang tidak memiliki kendaraan politik atau partai politik.
"Ada tiga tokoh yang bersih dan jujur yang pantas menjadi pemimpin Indonesia tapi tidak memiliki kendaraan atau partai politik," katanya dalam forum Konvensi Media Massa yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat di Bengkulu, Sabtu.
Leo tidak bersedia membeberkan nama ketiga figur yang dinilainya layak menjadi calon presiden (capres) itu.
Namun, bagi pekerja media massa yang independen dan bebas dari kepentingan politik golongan tertentu, mampu mengenali ketiga sosok tersebut.
"Saya tidak perlu sebutkan namanya, tapi bagi media yang independen tahu siapa ketiga tokoh itu," katanya disambut tawa peserta konvensi.
Konvensi Media Massa dengan tema "melahirkan pemimpin bangsa yang hebat 'good to great leader'" menghadirkan tiga kandidat yakni Dino Patti Djalal, Mahfud MD dan Dahlan Iskan.
Ia mengatakan ketiga figur itu sangat layak menjadi pemimpin Indonesia sebab memiliki empat kriteria yang dibutuhkan untuk memimpin bangsa ini.
Empat kriteria tersebut menurutnya yakni jujur dan bersih, biasa dekat dengan rakyat, tidak terkena penyakit teori Marceveli, dan memiliki keberanian dan tegas.
"Tapi ketiga putra bangsa ini tidak memiliki intervensi terhadap partai politik, padahal mereka sangat layak," ucap mantan Wakil Ketua Dewan Pers ini.
Sebelumnya ketiga narasumber sudah diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan tentang kepemimpinan Indonesia lima tahun ke depan.
Dino Patti Djalal yang merupakan peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat mengatakan Indonesia harus lebih ramah terhadap investasi.
"Karena negara yang terlalu antiasing akan sulit maju. Contohnya China dan India yang dulunya antiasing saat ini sudah membuka diri dan menjadikan dunia internasional sebagai mitra untuk maju," katanya.
Sementara Mahfud MD menilai banyak hal yang perlu dibenahi di negara ini, terutama penegakan hukum dan pemerataan pendapatan masyarakat.
Saat ini kata dia, sebanyak 1 persen masyarakat Indonesia menguasai 70 persen lahan dan 40 persen aset.
"Ini bumerang yang bisa mengganggu stabilitas bangsa. Pemerataan pendapatan masyarakat atau kesenjangan antara si kaya dan miskin harus diperkecil," katanya.
Sedangkan Dahlan Iskan yang juga peserta konvensi capres dari Partai Demokrat mengatakan bahwa media massa berperan penting meningkatkan kualitas demokrasi di Tanah Air.
Ia menilai Indonesia akan lebih unggul jika mampu berinovasi dan lebih produktif mengelola sumber daya alam. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ribuan jamaah padati halaman GOR Tuanku Rao, Pasaman ikuti tabligh akbar ustad Ucay Batubara
10 October 2025 11:23 WIB
Bagian WTBOS, delegasi negara asing dan Kemenbud akan kunjungi stasiun kereta api Padang Panjang
22 August 2025 17:39 WIB
Kemenko PMK bangun kolaborasi perkuat tata kelola Warisan Dunia Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto
02 August 2025 22:39 WIB
Tabligh Akbar Pemko Padang Bersama Ucay Batubara, Terkumpul Rp. 100 Juta untuk Palestina
13 December 2024 12:04 WIB, 2024
Tiga seni instalasi "warisan dunia" dipamerkan di Bandara Minangkabau
17 September 2024 20:16 WIB, 2024
Dewan Pakar Golkar beberkan kemungkinan alasan Airlangga undurkan diri
11 August 2024 20:59 WIB, 2024
Wamenkeu Suahasil: Simbara jadi sistem pertama integrasikan data minerba
28 June 2023 15:20 WIB, 2023
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018