Jakarta, (Antara) - Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat memutuskan tidak akan mengumumkan hasil survei yang dilakukan tiga lembaga survei terhadap 11 peserta konvensi calon presiden. "Komite Konvensi telah memutuskan, hasil survei tahap pertama hanya untuk peserta konvensi dan tidak akan diumumkan ke publik," kata Sekretaris Komite Konvensi, Suaidi Marasabessy, di Kantor Sekretariat Komite Konvensi, di Jakarta, Selasa. Menurut dia, survei yang dilakukan oleh tiga lembaga survei dengan pendekatan berbeda tapi dalam waktu bersamaan. Sasarannya, kata dia, untuk mengetahui peringkat masing-masing peserta dengan pendekatan berbeda yakni politik, ekonomi, dan sosial. "Saat ini lembaga survei sedang bekerja melakukan survei di Jakarta dan di kota-kota besar lainnya," katanya. Anggota Komite Konvensi, Hinca Panjaitan menambahkan, ketiga lembaga survei yang saat ini sedang bekerja akan menanyakan responden soal populatitas dan elektabilitas, termasuk kriteria liannya yang mendukung popularitas dan elektabilitas. Ketiga lembaga survei tersebut, kata dia, akan menilai sebanyak 11 peserta konvensi calon presiden masing-masing dari pendekatan politik hukum dan kemanan, kemudian pendekatan wawan sosial ekonomi, serta dari perilaku dan rekam jejak. Hasil survei tersebut, kata dia, tidak untuk konsumsi publik tapi untuk penetapan peringkat dari 11 peserta konvensi. "Kita harapkan, hasil survei ini sudah selesai dan sudah diserahkan kepada Komite Konvensi dan peserta konvensi sebelum tanggal 21 Januari," katanya. Dengan demikian, kata Hincha, maka sebelum 11 peserta konvensi melakukan dialog interaktif di 10 kota, sudah mengetahui peringkatnya masing-masing. Melalui dialog interaktif, di 10 kota secara bergiliran tersevut, kata dia, maka akan menjadi kesempatan bagi peserta konvensi untuk memperbaiki atau mempertahankan peringkatnya. Ke-11 peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat adalah, Ali Masykur Musa, Anis Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Ednriartono Sutarto, Gita Irawan Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Sinyo Harry Sarundajang. (*/jno)