Padang (ANTARA) - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Setiawan, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi pendidikan tinggi nasional saat membuka Rapat Kerja Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Universitas Negeri Padang Tahun Anggaran 2027 di Auditorium UNP, Padang, Jumat.

“Masih ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, mulai dari otonomi perguruan tinggi yang belum optimal, riset yang belum berdampak luas, integrasi kampus dan industri yang masih terbatas, hingga kesenjangan mutu antarwilayah,” kata Setiawan saat menyampaikan materi arah kebijakan dan strategi pendidikan tinggi.

Ia mengatakan perguruan tinggi perlu menyelaraskan rencana strategis kampus dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek, agar mampu mendukung target pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut dia, terdapat 11 indikator kinerja utama yang menjadi tolok ukur perguruan tinggi, di antaranya persentase lulusan yang bekerja atau melanjutkan studi dalam satu tahun setelah kelulusan, jumlah dosen dengan rekognisi internasional, publikasi bereputasi internasional di Scopus dan Web of Science (WoS), hingga luaran kerja sama dengan industri dan startup.

Setiawan juga menyoroti rendahnya posisi Indonesia dalam indeks Tertiary Inbound Mobility UNESCO 2023 yang mengukur daya tarik perguruan tinggi terhadap mahasiswa asing.

Karena itu, kata dia, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pembentukan Pusat Pengelolaan Mahasiswa Asing dan penguatan kerja sama internasional untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi nasional.

Dalam kesempatan itu, Setiawan turut memaparkan program prioritas Hilirisasi Riset: Technopreneurs yang ditargetkan berjalan hingga 2029 dengan sasaran menciptakan 4.512 perusahaan rintisan, menyerap sekitar 1,75 juta tenaga kerja, serta berkontribusi Rp192,8 triliun terhadap produk domestik bruto nasional.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, menyampaikan kampus tersebut memfokuskan program kerja 2027 pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, penyusunan program kerja yang berdampak, serta peningkatan jumlah lulusan tepat waktu yang terserap dunia kerja.

Ia menyebut UNP menargetkan memiliki seribu dosen bergelar doktor pada 2029 melalui berbagai skema beasiswa studi lanjut.

“Kami berharap mendapat masukan dan strategi agar target tersebut bisa tercapai,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure).