Padang (ANTARA) - Tiga karya novel peserta lokakarya sastra Taman Budaya Sumatera Barat akan dibukukan dan diluncurkan pada Festival Sastra Marah Roesli Oktober 2026.
"Tindak lanjut kegiatan ini adalah penerbitan tiga naskah novel terpilih dari peserta lokakarya yang akan diluncurkan pada Festival Sastra Marah Roesli yang dirangkai dalam Saraso Fest tahun 2026 bulan Oktober nanti," kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri di Padang, Selasa.
Lokakarya sastra kepenulisan novel diikuti sedikitnya 25 peserta yang sudah diseleksi dari berbagai daerah di provinsi itu dengan tema Tanah Suaka: Cipta Sastra, Cinta Budaya.
Syaiful menjelaskan, sejak tahun 2022, Taman Budaya sudah menerbitkan sepuluh judul buku sastra, yakni enam novel hasil lokakarya sastra 2022-2023, satu buku kumpulan naskah drama, dua kumpulan cerpen hasil lomba menulis cerpen tingkat nasional tahun 2024-2025, dan satu kumpulan cerpen hasil lokakarya sastra tahun 2025.
Kesepuluh buku tersebut berjudul Menembus Rantau, Si Katimuno, Akhir Riwayat Malin Parpatiah, Distrik 13, Cebe, Pohon Cinta, Amrizal, Tentang Harimau Suamiku, Warung Nasi di Depan Masjid, dan Cerita dari Tepi Batang Aie.
"Kita menyadari bahwa sastra bukan hanya rangkaian kata, melainkan cermin kehidupan, merekam denyut zaman, menyuarakan realitas sosial, dan merawat nilai-nilai budaya dengan cara yang indah dan bermakna," katanya/
Dari ranah Minangkabau, kata Syaiful, telah lahir banyak tokoh besar yang mengukir sejarah sastra Indonesia dan warisan ini adalah nyala obor yang tidak boleh padam, melainkan harus diteruskan oleh generasi hari ini dan masa depan.
Kepala Taman Budaya Sumbar M.Devid menambahkan, lokakarya ini digelar untuk mengasah kemampuan peserta untuk menulis karya sastra seperti cerpen, novel dan lain lain.
"Lokakarya ini juga untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi dalam menulis, memberikan ruang ekspresi diri, melatih kemampuan berpikir kritis dalam menulis, dan tentunya melahirkan karya karya sastra baru yang akan dibukukan," kata Devid.
Ia juga berharap, melalui lokakarya ini dapat terinformasikan program dan kegiatan Taman Budaya terutama dalam penguatan program manajemen talenta nasional di bidang seni dan budaya oleh Kementerian Kebudayaan
Diharapkan juga akan lahir nanti talenta talenta baru di bidang seni dan budaya yang akan berkiprah di berbagai level. (*)