Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat pacu pengerjaan perbaikan infrastruktur lahan sawah yang terdampak bencana alam pada dua kecamatan di daerah itu.
"Pengerjaannya sudah dimulai dan hingga kemarin progres pengerjaannya sudah 26 persen," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Kamis.
Dia mengatakan pengerjaan yang telah dimulai berada di Kecamatan Ranah Batahan seluas 95 hektare atau di lima kelompok tani.
Lalu di Kecamatan Talamau seluas 77 hektare atau di tiga kelompok tani. Pengerjaannya berupa pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).
"Kegiatan yang sudah dimulai dengan swakelola itu untuk pengerjaan sawah rusak ringan seluas 172 hektare di dua kecamatan itu," katanya.
Pihaknya terus memacu pengerjaan lahan pertanian terdampak bencana alam itu sesuai instruksi Menteri Pertanian.
Dia menjelaskan untuk optimalisasi lahan seluas 172 hektare itu dengan biaya Rp5.500.000 per hektare dengan jumlah biaya mencapai Rp998.460.000.
Lalu pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan non rawa (reguler) dengan luas 754 hektare dengan biaya Rp5.500 000 per hektare dengan total anggaran Rp4.188.470.000.
"Kemudian pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (Dam Parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000," jelasnya.
Pemerintah pusat juga telah memastikan sekitar Rp6,14 miliar turun ke Pasaman Barat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura," ujarnya.
Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan ke kelompok tani yang terdampak.
Dari anggaran yang diperoleh itu Rp6,14 miliar atau Rp6.416.800.000 akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).
Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak karena hantaman banjir dan lumpur.
Selain itu Pemkab Pasaman Barat juga telah mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.
Usulan itu adalah untuk bantuan Rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare, rehabilitasi atau optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, dam parit sebanyak lima unit dan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.