Bukittinggi (ANTARA) - Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM-Sumbar) menargetkan Program Satu Desa Satu Sarjana bisa terealisasi di Sumatera Barat untuk kualitas sumber daya manusia dan potensi lokal.

Hal itu disampaikan Dekan Fakuktas Pariwisata UM-Sumatera Barat yang juga aktif menjadi praktisi lingkungan, budaya dan wisata, Mochammad Abdi di Bukittinggi, Selasa (14/4).

"Targetnya satu jorong (desa) satu sarjana pariwisata. UM-Sumbar memberikan akses dengan berbagai kemudahan bekerjasama dengan persatuan kepala desa di Forum Wali Nagari Sumbar (Forwana)," kata Abdi.

Menurutnya, sarjana pariwisata yang dilahirkan nanti diharapkan mampu memperkuat daya saing serta meningkatkan potensi wisata yang ada dari desa kelahirannya.

"Pendidikan tentu menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan manusia yang baik, UM-Sumbar memberikan pilihan kemudahan meraih gelar sarjana berkualitas dan tidak murahan," kata Abdi.

Untuk memudahkan dan memberikan keringanan biaya berkuliah, UM-Sumbar membuka jalur seleksi mandiri, jalur beasiswa prestasi, beasiswa persyarikatan Muhammadiyah, beasiswa dhuafa, beasiswa keluarga alumni, beasiswa rekomendasi pengurus masjid dan jalur mandiri UTBK.

Ia mengungkap UM-Sumbar juga melakukan penerimaan mahasiswa baru dengan dua skema di kelas reguler dan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

RPL berarti mengakui keahlian calon mahasiswa melalui pengalaman kerja dari ke dalam ruang lingkup konteks keilmuan.

"Jadi itu bisa diambil dari capaian portofolio, dari pengalaman, sertifikat, kemudian pengalaman kerja. Itu nanti akan dikonversi ke beberapa mata kuliah dan sisanya nanti baru akan dilakukan perkuliahan untuk mengambil mata kuliah tersebut," katanya.

Sistem perkuliahan RPL saat ini di UM Sumbar dikembangkan pola kuliah online dengan aturan yang berlaku tetap sesuai prosedur tanpa mengurangi kualitas pelayanan. 

"Dosen tetap memaksimalkan bagaimana agar mahasiswa RPL tetap mendapatkan kemampuan keilmuan, praktik sesuai dengan hak mereka. Jadi asumsi kelas online ini juga buat kami di Kampus Universitas Muhammadiyah bukan murahan, tetapi memang ada skema pola pengajaran yang sudah didesain oleh universitas," kata dia.