Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) MHD Zaidi mengatakan bahwa Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur dipertimbangkan kembali dibuka untuk wisata edukasi bagi masyarakat.

TNWK saat ini masih ditutup sementara karena petugas taman nasional yang jumlahnya terbatas masih berfokus dalam penanganan konflik gajah.

"Seandainya April atau bulan depan kegiatan penanganan konflik dapat berjalan dengan baik, dan dipastikan keadaannya aman. Kemudian personel yang menangani konflik bisa dikurangi. Maka kami pertimbangkan Taman Nasional Way Kambas untuk dibuka kembali," ujar Zaidi di Bandarlampung, Jumat.

Dia menjelaskan saat ini pihaknya tengah memastikan kegiatan penanganan konflik dapat berjalan dengan lancar, serta kondisi di Taman Nasional Way Kambas aman dan kembali pulih seperti semula.

"Kami pastikan situasi dan kondisi disini dahulu, kalau sudah memungkinkan untuk dibuka nanti kita rapatkan dahulu untuk dibuka kembali," kata Zaidi.

Kendati demikian, lanjut Zaidi, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti kapan Taman Nasional Way Kambas kembali dibuka.

"Belum bisa dipastikan tanggal berapa, karena tergantung dengan pertimbangan yang ada," ujar Zaidi.

Ia menambahkan, selain melakukan penanganan konflik satwa liar dengan masyarakat, pihaknya pun terus melaksanakan program pemberdayaan bagi desa penyangga, salah satunya melalui program perdagangan karbon.

"Pemberdayaan desa penyangga terus kami lakukan, salah satunya melalui perdagangan karbon, lalu ada juga wisata ekologi berkelanjutan. Ke depan ini akan memberikan nilai manfaat kepada masyarakat lalu hutan serta satwa juga akan tetap lestari," kata Zaidi.