Padang (ANTARA) - Fenomena kepadatan luar biasa di Tanjakan Sitinjau Lauik atau ruas Padang-Kabupaten Solok menjawab betapa perlunya kehadiran fly over Sitinjau Lauik. 

Sejak kejadian bencana alam hidrometeorologi di Sumbar yang mengakibatkan terputusya sejumlah jalur jalan yang mengakses ke Kota Padang, tanjakan Sitinjau Lauik menjadi satu-satunya akses keluar masuk Kota Padang untuk jalur dan lintas utama. 

Akbatnya bludakan kendaraan terjadi sangat signifikan, dan akibatnya sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas juga terjadi di jalur berkontur tanjakan ekstreem itu. 

Kondisi itu akan berbeda bisa nanti setelah adanya fly over di Sitinjau Lauik, kondisi itu akan teratasi, setidaknya di jalur tikungan Panorama 1 yang kerap menjadi titik simpul kemacetan dan ketersendatan arus lalu lintas. 

Fly over Sitinjau Lauik merupakan jawaban dan tidak bisa ditawar lagi, sehingga program pembangunannya harus terus dikawal dan dipastikan tuntas sesuai target. 

Bahkan ke depannya, tidak menutup kemungkinan ada jalur tol Padang - Solok yang bisa menambah mobilitas dan solusi transportasi di jalan itu. 

Bisakah tol Padang - Solok terealisasi, semuanya tergantung dari political will dari pemerintah, legislator dan semua stakeholder terkait. Bukan sebuah hal yang mustahil jalan tol menembus medan berat, dan itu sudah dijawab dengan oleh Jalan Tol Cipularang di Jabar dan juga ruas tol Semarang-Solo yang menembus medan tanjakan ekstrem dan bergunung-gunung.