Kamp SK Pendatun, Maguindanao, (Antara/PNA) - Pihak kepolisian di Wilayah Otonomi di Mindanao Muslim (ARMM) mengawasi ketat hampir 490 desa yang sebelumnya diidentifikasi sebagai daerah yang menjadi perhatian segera karena persaingan politik serius serta dan kekerasan terkait pilkada sebelumnya. Meskipun demikian, Direktur Kepolisian Wilayah ARMM Inspektur Kepala Noel delos Reyes mengatakan, ia berharap pemilu Senin akan berlangsung damai dan tertib di Provinsi Maguindanao, Lanao del Sur, Basilan, Sulu dan Tawi - Tawi, daerah-daerah ARMM. Lanao del Sur memiliki paling banyak "daerah yang menjadi perhatian langsung", ditemukan di Lanao del Sur sebanyak 313 desa, diikuti oleh Basilan dengan 57 desa, 55 di Maguindanao, 43 di Sulu dan 15 desa di Tawi-Tawi. Delos Reyes mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sekitar 2.400 polisi telah dikerahkan di provinsi-provinsi untuk mengamankan pemungutan suara sementara 1.600 lainnya akan bertindak sebagai anggota dewan pelaksana pemilu, setelah guru sekolah umum memilih untuk tidak bersedia berhubungan dengan mereka, dengan sebagian besar calon di daerah mereka bertugas. "Mereka bukan dari sini, mereka datang dari Wilayah Ibu kota Nasional dan daerah administratif di Mindanao lainnya," kata delos Reyes kepada wartawan. Polisi dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) kantor Daerah 10 dan 11 akan menjadi pelaksana di Lanao del Sur, sementara mereka yang bekerja di Sulu dan Basilan berasal dari PNP Wilayah 9. Delos Reyes juga mengumumkan bahwa 17 macam senjata api disita oleh polisi dari menangkap 16 orang karena melanggar larangan membawa senjata pada pemilu. (*/WIJ)