Mahfud Prihatin Atas Penangkapan Ketua MK
Kamis, 3 Oktober 2013 13:38 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. (Antara)
Yogyakarta, (Antara) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan prihatin dan menyesalkan atas penangkapan Ketua MK Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Saya pribadi, kalau benar ini terjadi, sungguh disesalkan karena Pak Akil adalah ketua lembaga tinggi negara penjaga dan pengawal konstitusi di negeri ini," kata Mahfud kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis.
Ia menyatakan terkejut, karena dirinya menilai Akil Mochtar orang yang baik.
Bahkan, menurut Mahfud, keinginan Akil Mochtar menjabat Ketua MK hanya untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.
"Setahu saya, dulu dia orang baik. Bahkan sering mengatakan kepada saya ingin mengabdi kepada bangsa dan negara, karena karir dan umur sudah lewat semua," katanya.
Tetapi, kata Mahfud, menilai seseorang itu baik hanya tahu lahirnya saja. "Batinnya, kita tidak tahu," katanya.
Menurut dia, peristiwa tersebut merupakan bencana besar bagi dunia penegakan hukum di Indonesia. "Sebab, selama ini belum pernah ada ketua lembaga tinggi negara di Indonesia ditangkap karena korupsi," katanya.
Ia mengatakan belum pernah ada dalam sejarah Indonesia ketua lembaga tinggi negara ditangkap karena urusan korupsi. "Kalaupun ada, itu karena menyangkut perbedaan politik dengan penguasa. Ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah di negeri ini," katanya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (2/10) malam di Jakarta menangkap Ketua MK Akil Mochtar yang diduga menerima uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023